Membanggakan, Alumni Pasukan Perdamaian PBB ini Kerap Jadi Khatib

Tribratanews.polri.go.id, Polres Tabalong – Tak Ada kesan menggurui kala mendengar khatib muda Sardi Abd Karim memberikan dakwah atau ceramah di atas mimbar masjid. Seperti pada Jumat lalu kala ia menjadi khatib di Masjid Al Falah Desa Maburai Padang Panjang Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong.

Kala itu, ia memberikan tausyiyah mengenai masih adanya perbuatan maksiat meski di bulan Ramadan. Tutur bahasanya yang mudah dicerna membuat jamaah menjadi enak mendengar. Sesekali ia menyelipkan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Beberapa jamaah shalat pun tampak antusias mendengarkan kutbah tersebut. Apalagi yang memberikan khutbah itu adalah seorang anggota polisi yang berusia masih muda yakni Bripka Sardi Abd Karim yang sekarang merupakan Ps Kanit Bintibmas Sat Binmas Polres Tabalong.

Saat dicoba ditelusuri ternyata anggota ini tak hanya dai dadakan. Namun ia telah menjadi pendakwah dan kerap menjadi khatib dan imam sejak 2014 lalu dan sempat terhenti karena penugasan menjadi pasukan perdamaian PBB di Darfur Sudan sejak 26 Desember 2015 dan balik ke Indonesia 4 Maret 2017 tadi.

Bripka Sardi, mengaku dirinya menjadi khatib dan imam shalat Jumat sejak 2014 lalu saat Kapolres Tabalong dijabat AKBP Didik.

“Sempat terhenti karena dua tahun saya lulus dalam pasukan perdamaian PBB UN Police/FPU (Formed Police Unit) in Darfur Sudan Elfasher,” tutur ayah tiga anak ini.

Awalnya jadi khatib ini salah program unggulan Polres Tabalong dimana Polri Peduli Pendidikan yang mana polisi jadi guru bantu di sekolah-sekolah mulai SD, SMP , SMA. Adapun materi yg d ajarkan yaitu Penjaskes, tertib berlalu lintas. Ia pun turut dan menjadi pengajar materi akhlak dan budi pekerti.

“Program yang lain yaitu Da’i Bhabinkamtibmas yang mana polisi dengan pakaian uniform menjadi khatib sekaligus imam shalat Jumat di masjid wilayah Hukum Kabupatan Tabalong dan alhamdulillah atas dukungan dan motivasi Kapolres Tabalong AKBP Hardiono, Wakapolres Kompol Wildan dan pejabat teras, kegiatan ini aktif,” paparnya

Bagaimana kesannya selama ini menjadi khatib? Sardi mengungkapkan ia bersyukur karena sebelum menjadi polisi ia pernah menjadi khatib di Papua waktu itu ia bekerja serabutan usai kuliah S1 Tarbiyah STAIS Yapis Jayapura (sekarang UNIYAP, Red) jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI),
“Alhamdulilah waktu sebelum jadi polisi saya di Papua pernah jadi khatib dan sebelumnya cita-cita jadi guru agama, tapi itulah…kita cuma bisa merencanakan namun akhirnya Allah juga yang mentakdirkan, saya diterima jadi polisi,” tuturnya.

Dengan jujur suami dari Tuti Indriani,Amd. Far mengakui perasaan dirinya jadi khatib selama ini agak berat dimana apa yang ia sampaikan tentunya harus diamalkan dan menjadi pertanggungjawaban dirinya dengan Allah SWT.

Kapolres Tanjung AKBP Hardiono ketika dihubungi mengungkapkan bahwa Bripka Sardi memang rajin dan kemampuan penugasan ilmu agamanya sangat baik.
“Yang bersangkutan baru pulang dari penugasan misi pasukan perdamaian di PBB Sudan, dan sangat mencintai dinas di Binmas, dan ingin terus menjadi dai kamtibmas membimbing masyarakat,” papar Kapolres.

Sumber  : Banjarmasin.Tribunnews

Editor.    : Umi Fadilah

Publish.  : Dony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password