Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Polres Palopo Kembali Tangkap Dua Pelaku Sabu

Tribratanews.polri.go.id – Palopo Sulsel, Satuan Reserse Narkotika Polres Palopo yang dipimpin oleh AKP Maulud berhasil menangkap dua orang pelaku penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Bara, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Sabtu (3/6/17).

Kedua pelaku yang diamankan petugas berinisial HR (29) dan AN (30), keduanya merupakan warga Rampoang, Kel. Bara, Kec. Wara utara, Kota Palopo.

Dalam penangkapan, Satuan Reskrim Narkotika Polres Palopo mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) buah plastik double klip yang berisi butiran kristal yang diduga narkotika jenis sabu, bersama 2 Handphone.

Personil Reskrim Narkotika mengungkapkan bahwa, HR di amankan didepan Indomart Rampoang atas kepemilikan, penguasaan barang haram jenis sabu tersebut, kemudian dari HR memberikan petunjuk arah barang tersebut.

Akhirnya dalam proses pencarian pelaku kedua terungkap bahwa barang tersebut didapatkan dari AN sehingga turut diamankan dan dibawa ke Polres palopo guna proses lebih lanjut.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Ros

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri55935 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password