Kapolda Gorontalo : Kapolres Wajib Bertindak Tegas Terhadap Pelaku Persekusi

Tribratanews.polri.go.id – Polda Gorontalo, Saat ini telah menjadi perbincangan dan pemberitaan dibeberapa media tentang  persekusi. Banyak diantara kita yang masih belum paham tentang apa sebenarnya persekusi tersebut.

Menurut Kamus Besar  Bahasa Indonesia versi online persekusi itu diartikan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Kehebohan persekusi ini terjadi diberbagai wilayah di Indonesia, dimana salah satu ormas melakukan intimidasi dan interogasi kepada salah seorang warga masyarakat yang telah menulis status di media sosial dan  dianggap telah menghina ataupun melakukan penodaan terhadap ulama ataupun agama mereka. Bahkan akibat aksi ormas tersebut, si korban menjadi ketakutan bahkan ada yang sampai pindah ke luar daerah akibat tertekan atas ancaman serta cibiran dari kelompok ormas tersebut, sebagaimana peristiwa yang dialami oleh seorang dokter di salah satu kabupaten di Sumatera Barat yang mengalami intimidasi dari salah satu ormas dan membuat dirinya pindah ke Jakarta.

Berkaca dari kasus tersebut Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs. Rachmad Fudail M.H memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk memahami apa itu persekusi.

” Saya minta seluruh jajaran harus mengikuti perkembangan informasi, dimana saat ini hangat diperbincangkan masalah persekusi, agar seluruhnya mengerti dan paham apa itu persekusi, sehingga jika nantinya hal tersebut terjadi di Gorontalo, maka sudah tahu apa yang harus dilakukan. ”tegas Kapolda.

Kapolda juga menambahkan bahwa Negara kita adalah Negara hukum, tidak dibenarkan seseorang/ kelompok melakukan tindakan sendiri/main hakim sendiri.

” Jika seseorang atau kelompok merasa tidak nyaman atas tulisan status seseorang yang disampaikan melalui media sosial, silakan saja laporkan kepada kepolisian terdekat, bukan justru mencari si pembuat status dan main hakim sendiri dengan cara intimidasi dan lain-lain, ”ungkap Kapolda.

Kapolda juga secara tegas memerintahkan kepada seluruh kapolres agar bertindak tegas terhadap mereka yang melanggar hukum termasuk persekusi.” Para Kapolres harus berani dan bersikap tegas terhadap para pelanggar hukum, jangan sampai terjadi pembiaran, ”Kata Kapolda.

Kapolda juga mencontohkan ada salah satu Kapolres di polda lain yang harus dicopot oleh Kapolri karena dianggap tidak bertindak tegas terhadap kasus persekusi ini. Kabid Humas Polda Gorontalo Akbp Wahyu Tri Cahyono,SIK menambahkan bahwa permasalahan persekusi saat ini menjadi atensi pimpinan, bahkan kita ketahui bersama bagaimana Pak Kapolri memberikan ancaman kepada para Kasatwil khususnya para Kapolres yang tidak berani dan tindak tegas terhadap pelaku persekusi maka akan dicopot, dan hal tersebut telah ditindaklanjuti oleh bapak Kapolda Gorontalo dengan memberikan perintah yang sama kepada para Kapolres untuk bersikap berani dan tegas terhadap para pelaku persekusi jika memang hal tersebut terjadi di Gorontalo, ”terang Wahyu.

“ Saya menghimbau dan mengingatkan kembali kepada seluruh warga masyarakat, jangan sembarangan menulis status di media sosial, apalagi bermuatan ujaran kebencian, menghina, memprovokasi dan lain-lain yang membuat seseorang atau kelompok menjadi sakit hati. Dan bagi yang merasa terhina, atau tidak terima atas status yang ditulis oleh seseorang melalui media medsos, tidak dibenarkan juga melakukan intimidasi,menginterogasi dengan mendatangi rumah si penulis status atau dengan kata lain main hakim sendiri, silakan saja melapor kepada kepolisian terdekat, sekali lagi diingatkan bahwa kita Negara hukum, tidak dibenarkan masyarakat bertindak sendiri, serahkan kepada Polisi untuk menangani,” pungkas Wahyu.

Penulis         : Wahyu Tri Cahyono

Editor           : Umi Fadilah

Publish         : Hardiyanti

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password