Berantas Penyakit Masyarakat, Polres Bulukumba Tangkap Lima Pelaku Judi

Tribratanews.polri.go.id – Bulukumba Sulsel, Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bulukumba Unit Resmob melakukan penangkapan terhadap 5 orang pelaku judi kartu joker di Dusun Pattompongan, Desa Bonto Barua, Kecamatan Bonto Tiro, Kabupaten Bulukumba, Sabtu (03/06/17).

Penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kanit Buser Aiptu Ardiman Yacob dan mengamankan 5 orang pelaku berinisial Perempuan KM (42) warga Dusun Karassing Desa Karassing,Kecamatan Herlang, SI (35) warga Dusun Batuasang Desa Singa Kecamatan Herlang, AL (47) warga Dusun Pattompongang Desa Bonto Barua Kecamatan BontoTiro, BS (38) warga Dusun Pattompongan Desa BontoBarua KecamatanBontoTiro, AR (44) warga Dusun Bontoa Desa Borong Kecamatan Herlang.

Menurut KBO Sat Reskrim Polres Bulukumba Iptu Sabri, SH, penangkapan ini berawal dari adanya informasi dari warga tentang adanya kegiatan permainan judi jenis kartu yoker, adapun barang bukti yang berhasil di amankan yakni 2 (dua) set kartu yoker, Uang tunai sebanyak Rp.907.000 (sembilan ratus tujuh ribu rupiah) Pecahan 100 ribu 3 lembar,Pecahan 50 ribu 11 lembar, Pecahan 10 ribu 5 lembar,Pecahan 5 ribu 1 lembar, pecahan 2 ribu 1 lembar.

Artikel, Berantas Penyakit Masyarakat, Polres Bulukumba Tangkap Lima Pelaku Judi1

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Bulukumba AKBP M. Anggi Naulifar Siregar mengajak warga masyarakat untuk bersama-sama Kepolisian memberantas penyakit masyarakat seperti perjudian maupun Narkoba dan mengajak untuk selalu memberikan informasi tentang adanya perjudian dilingkungan masing-masing kepada pihak Kepolisian khususnya Polres Bulukumba.

Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit sosial. Perjudian sudah ada dimuka bumi ini beribu-ribu tahun yang lalu. Dalam bermain pun kadang-kadang kita tanpa sadar telah melakukan perbuatan yang mengandung unsur perjudian secara kecil-kecilan.

Misalnya, dalam bermain kelereng, lempar dadu, bermain kartu, dan sebagainya, siapa yang menang akan mendapatkan hadiah tertentu, yang kalah akan memberikan atau melakukan sesuatu sesuai kesepakatan. Semua itu menunjukkan bahwa dalam permainan tersebut ada unsur perjudian. Ada sesuatu yang dipertaruhkan dalam permainan judi.

Perjudian merupakan penyakit sosial yang sangat buruk. Kemenangan yang dihasilkan dari perjudian tidak akan bertahan lama. Justru akan berakibat pada pengrusakan karakter individu dan akan merusak kehidupannya. Banyak sudah fakta menceritakan bahwa pemenang judi tidak selalu memiiki hidup yang sejahtera, sebagian besar mengalami kemiskinan yang begitu parah dan mengalami alianasi (keterasingan) dari keluarga dan masyarakat.

Kehidupan yang semestinya dapat diperoleh dan dinikmati dengan keluarga dapat berubah menjadi keburukan. Benar adanya bilamana Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat [5] berfirman : bahwa judi adalah perilaku syaitan, bila tidak dijauhi maka akan menimbulkan permusuhan dan kebencian. Konflik ditimbulkan akan merusak keharmonisan keluarga, dan masyarakat akhirnya kehidupan yang bermakna sebagai hamba Tuhan tidak akan diperoleh.

Kreativitas memodifikasi judi dapat kita lihat diberbagai tempat. Jenis judi pun bermacam-macam dari yang bersifat sembunyi-sembunyi sampai yang bersifat terbuka. Judi yang sembunyi-sembunyi misalnya togel (toto gelap), adu sabung ayam jago, permainan kartu dengan taruhan sejumlah uang. Sedangkan judi yang terbuka, misalnya kuis dengan SMS dengan sejumlah hadiah uang atau barang yang dilakukan oleh berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Perbuatan judi merupakan perilaku yang melanggar terhadap kaidah-kaidah, nilai-nilai, dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Pelanggaran ini tidak saja hanya pada adat dan kebiasaan masyarakat, tetapi juga melanggar norma hukum. Bagi individu atau kelompok yang melakukan perjudian, maka akan mendapat sanksi baik oleh masyarakat maupun berupa sanksi hukum.

Sanksi masyarakat misalnya dikucilkan oleh masyarakat, dipergunjingkan, tidak dihargai dan lain sebagainya. Sedangkan secara hukum perjudian merupakan pelanggaran terhadap hukum posistif seperti yang termaktuk dalam KUHP pasal 303 dengan selama-lamanya dua tahun delapan bulan (2 tahun 8 bulan) atau denda sebanyak-banyknya sebesar Rp.600.000.

Penulis : Abu Uwais

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Sumarwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password