Patroli Sambang Desa, Kapolsek Baebunta Ajak Warga Menjaga Keamanan Lingkungan

Tribratanews.polri.go.id – Luwu Utara, Untuk membantu mewujudkan keamanan lingkungan, Kepolisian meminta warga mengembalikan budaya Siskamling dan membiasakan bagi para tamu maupun pendatang untuk wajib lapor.

Hal tersebut dikatakan Kapolsek Baebunta Polres Luwu Utara Iptu Budi Amin saat melakukan patroli sambang desa bersama jajarannya, Jumat (2/6/17).

“Warga harus bisa kembalikan budaya Siskamling dan biasakan kepada para tamu atau pendatang untuk wajib lapor. Ini upaya kita bersama menjaga keamanan lingkungan agar damai dan kondusif,” ujar Iptu Budi.

Kapolsek mengharapkan, warga bisa membantu pihak Kepolisian untuk terus menciptakan keamanan dan keteriban di wilayahnya masing-masing. “Saya minta masyarakat bisa membantu Kepolisian untuk menjaga keamanan, agar wilayah mereka tetap aman,” pintanya.

Patroli Sambang desa juga upaya Polri untuk mendekatkan anggota dengan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat serta sebagai penegak hukum.

Diharapkan, dengan kegiatan tersebut Kepolisian juga dapat menyerap informasi dan keluh kesah masyarakat, sehingga dapat dengan cepat dicarikan solusi.

“Kalau ada informasi atau kejadian atau kegiatan sekecil apapun, silahkan hubungi kami,” tutupnya.

Kegiatan patroli yang dilakukan oleh anggota Polri merupakan salah satu wujud meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, termasuk dalam memberikan rasa aman. Patroli yang dilakukan oleh Polri bertujuan untuk meningkatkan kehadiran polisi berseragam di tengah-tengah masyarakat, pencegahan bertemunya faktor niat dan kesempatan yang memungkinkan timbulnya kriminalitas, pencegahan terjadinya gangguan Kamtibmas.

Tujuan patroli itu sendiri agar memberikan rasa aman, perlindungan dan pengayoman masyarakat, diperolehnya informasi tentang kemungkinan timbulnya gangguan kamtibmas, serta pembatasan gerak provokator dan separatis di tengah-tengah masyarakat.

Adapun peranan patroli, antara lain, bahwa patroli merupakan tulang punggung Polri dalam upaya mencegah segala bentuk kejahatan/gangguan kamtibmas, sebagai sumber informasi bagi kesatuan, perwujudan kehadiran polri di tengah masyarakat, sarana untuk menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat, melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara, dan mencerminkan kesiapsiagaan Polri di sepanjang waktu dalam upaya pemeliharaan dan menjamin kamtibmas.

Sebagaimana tugas pokok Kepolisian yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum dihadapkan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat yang modern.

Namun penilaian masyarakat terhadap kinerja Polri yang hanya berdasarkan dengan pemberitaan TV, Koran maupun gejala tanpa mempertimbangkan kesulitan dan hambatan Polri dalam pelaksanaan tugas, terkadang menimbulkan stigma negatif, yang kemudian diekspresikan oleh sebagian masyarakat lewat sosial media (sosmed) yang berdampak makin buruknya citra Kepolisian.

Untuk menjawab semua keraguan tersebut, dapat dilakukan dengan menampilkan keseriusan dalam kerja, profesionalitas, akuntabel dan mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga kehadiran anggota Polisi di tengah-tengah masyarakat, dapat betul betul dirasakan manfaatnya dalam rangka memberikan pengayoman kepada segenap masyarakat.

Istilah pengayom dalam konteks ini merupakan sebuah istilah yang bermakna perasaan tenang ketika adanya kehadiran Polisi. Jangan sampai justru kehadiran Kepolisian menimbulkan perasaan cemas, atau perasaan takut kepada masyarakat.

Arti kata patroli dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti perondaan. Salah satu pengemban tugas patroli adalah fungsi Sabhara yang terdiri dari unit Patroli Kota (Patko) maupun Patroli Sepeda Motor (Patmor). Kegiatan perondaan yang dilakukan unit Patroli dengan cara menyusuri jalan jalan, perkantoran, pusat keramaian dan seterusnya.

Penggunaan kendaraan Patroli baik mobil maupun sepeda motor, memang terasa sekali manfaatnya dari segi kecepatan. Dengan kendaraan tersebut anggota Polisi dapat dengan cepat tiba di lokasi kejadian atau dengan cepat dapat merespon panggilan permintaan bantuan dari masyarakat. Akan tetapi penggunaan kendaraan dapat membatasi ruang pertemuan antara masyarakat dengan Polisi itu sendiri, ketika anggota unit patroli terlalu lama berputar putar di dalam kendaran, maka kontak dengan masyarakat menjadi berkurang.

Penulis : Sumarwan

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri54510 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password