Operasi Pekat, Tiga Warung Pelabuhan LCM Banyuwangi Disegel

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jawa Timur, Pasca Operasi Pekat Semeru 2017 yang menjaring 14 pemandu lagu dan 4 tamu di warung Pelabuhan LCM Ketapang, petugas gabungan Satsabhara Polres Banyuwangi, Satpol PP dan Dishub Banyuwangi menggelar penyegelan. Tindakan tegas ditempuh lantaran tiga pengelola warung dianggap menyalahi prosedur.

Tiga warung yang hendak disegel antara lain milik Siti, Linda dan Yanti. Penyegalan dijalankan karena tiga unit warung tersebut pernah dirazia aparat Sabhara Polres Banyuwangi, Selasa (30/5/2017) dan berhasil mengamankan 18 orang disanksi tipiring. Penyegelan ini dikawal langsung Kasat Sabhara AKP Basori Alwi yang mengerahkan sejumlah anggotanya.

“Penyegelan dilakukan Satpol PP atas perintah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas karena jengkel tanah milik pemda disalahgunakan peruntukannya,” pungkas AKP Basori Alwi.

Kepala Bidang Penegakkan Perda2 juni (4) Satpol PP Banyuwangi Joko Sugeng menjelaskan, tahap awal bangunan yang disegel berjumlah tiga warung. Sanksi ini merujuk perintah bupati karena ketiga warung tersebut dianggap melanggar larangan pemerintah agar lokasi hiburan malam tidak beroperasi selama puasa Ramadhan 1438 H.

“Sementara tiga dulu, nanti perkembangannya menyusul pasca Lebaran Idul Fitri. Semua akan disegel dan digusur setelah hari raya,” ungkapnya.

Menurut Herry Dwi Budi Santoso karena lahan diatas deretan warung di Pelabuhan LCM akan dipergunakan oleh pemda. Untuk apa, petugas penarik restribusi di Dinas Perhubungan Banyuwangi itu mengaku belum tahu. Tapi sesuai kontrak sewa yang diteken antara pemilik warung dengan Dishub telah habis.

“Lahan ini milik pemda dibawah pengelolaan Dishub. Proses penyewaan menjadi kewenangan Dishub. Sejak Januari 2017 masa sewanya telah habis semua,” jelasnya.

Masa sewa diperbarui tiap dua tahun sekali. Penyewa lahan di bagian belakang yang berukuran 40 meter persegi dikenakan retribusi Rp 140 ribu. Rinciannya 125 ribu untuk retribusi sewa dan 15 ribu untuk kebersihan.  

“Untuk bagian depan dengan ukuran 4×5 meter kena Rp 80 ribu. Rinciannya, Rp 65 ribu untuk sewa dan 15 ribu kebersihan,” lanjutnya.

Tahun ini seluruh lahan di Pelabuhan LCM tidak disewakan lagi. Itu berarti lahan yang ditempati kurang lebih 59 petak bangunan menghuni secara ilegal. Mereka bahkan menempatinya diluar hukum sewa menyewa selama kurang lebih lima bulan. “Pernah kami layangkan perintah pengosongan tapi ditolak oleh penyewa,” pungkas Herry Dwi Budi Santoso.

Penulis : Ella

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Sholeh Hs

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password