Wujudkan Internet Jogja Sehat, Kapolda DIY Sampaikan Paparan Ciri Ciri Hoax

Tribratanews.polri.go.id -JOGJA- Hampir seluruh pengguna media sosial di dunia, 54% diantara nya berada di kota besar. Alat yang digunakan antara lain, laptop, tablet, dan yang paling banyak melalui gadget.

Hal inilah yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) DIY Brigjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri., M.Si., dalam sarasehan yang digelar di Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Jumat (02/06/2017).

Dalam Sarasehan yang Bertajuk “Strategi Wujudkan Internet Jogja Sehat” sebagai narasumber utama yaitu Kapolda DIY, Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Kepala Diskominfo Pemda DIY Ir. Roni Primanto Hari, M.T, Para Kapolres Jajaran Polda DIY serta Para penggiat media sosial Jogja.

Menurut Kapolda, Di Indonesia sekitar 51% dari total populasi penduduk di Indonesia menggunakan internet sebagai bagian sehari hari. Sedangkan untuk media sosial yang paling banyak digunakan Facebook.

“Jogja ini luar biasa, bagaimana kita bisa memanfaatkan pegiat media sosial di jogja. Banyak sekali pegiat medsos seperti grup di Facebook antara lain Informasi Kriminalitas dan Kecelakaan Jogja (IKKJ), Info Cegatan Jogja (ICJ), KOPLAKS maupun Masdjo,” terang Kapolda.

Kapolda mengatakan, Faktanya saat ini hidup di dunia nyata dan di dunia maya (netizen). ini semua dalam bermain di medsos ada etika, ada modal sosial, ada tata krama, guyub, sopan santun.

“Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini sangat maju tapi peradaban malah mundur, memaki maki, menghujat, suka suka tanpa ada etika dll,” kata Kapolda.
Sedangkan Hoax menurut Kapolda adalah informasi yang salah / palsu yang dibuat seperti nyata agar dipercayai sebagai fakta. Dan penyebaran hoax antara lain melalui email, chatting, tweet dan lain lain.

“Media sosial sekarang memiliki kerawanan yang lebih besar dibanding dengan media konservatif. Masyarakat harus waspada dan berhati hati dalam mendownload atau menshare berita yang tidak bisa dipastikan tingkat kebenarannya,” tegas Kapolda.

Kapolda mengharapkan kepada masyarakat bahwa Penting sekali publik mengerti bahaya dan jahatnya hoax serta aktif mengecek kebenaran hoax.

“Jika menyebarkan berita, Konfirmasi kebenaran dulu, fakta atau prasangka, jika benar apa perlu disebarkan, dan efeknya bagaimana jika kepada orang yang di dzalimi,” ujar Kapolda mengakhiri.

Penulis : Dhenyy
Editor : M.Fajar
Publish : Jay

1 Comment

  • Budi Budiman Reply

    June 5, 2017 at 14:27

    Memang kita harus paham betul bagaimana kondisi media dewasa ini. Dengan mudah berita tersebar dengan cepatnya. Tentunya kita harus mempunyai filter dan selalu bertabbayun pada berita yang datang kepada kita.

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password