Tradisi Peh Cun Warga Tionghoa Mandi-Mandi di Sungai Kapuas Pontianak, Kembali Menelan Korban Jiwa

Tribratanews.polri.go.id, Polda Kalbar – Suasana di sekitar perairan sungai kapuas di Kota Pontianak pesisir Tugu Khatulistiwa Pontianak mendadak heboh, Pasalnya seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun hilang saat mandi di sungai. Selasa, (30/05/2017) pukul 12.00 Wib

Tradisi Peh Cun warga Tionghoa merupakan salah satu ritual mandi-mandi di tengah hari di Sungai Kapuas, tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu, karna hampir di setiap tahunnya, kegiatan ini dilakukan di pesisir tepian Sungai Kapuas antara pukul 11.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, namun kali ini tradisi mandi di tengah hari memakan korban jiwa.

Korban an. Toni Lenaldo 13 tahun warga batulayang, berawal bersama rekan-rekannya melakukan tradisi mandi disungai kapuas sekitar tugu khatulistiwa, pada saat asyik berenang terlihat korban melambaikan tangan meminta bantuan kepada rekannya Acung, beberapa saat korban menghilang dipermukaan air.

Keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Dit Polair Polda Kalbar, saat itu juga personel Dit Polair yang dipimpin oleh Kasi Sar Binmas air Kompol Syarif Syamsul, SH., MH. melakukan upaya Sar dengan melibatkan armada Kp. Lemukutan VI-2001 dan Kp. C2 VI-2004 bersama Basarnas Pontianak. Pencarian dilakukan hingga malam hari namun korban tidak ditemukan.

Kabag Bin Opsnal Ditpolair ditempat terpisah melalui WA menyampaikan “mengingat jarak pandang yang terbatas pada malam hari, di ingatkan agar para personel selain tetap melaksanakan tugas SAR juga jangan sampai mengabaikan keselamatan diri, jangan dipaksakan, Karna prinsip SAR jangan sampai saat melakukan pencarian terjadi hal-hal yang tidak di inginkan”. Ujar KBO

Penulis : Sudirmo/ Mahrani
Editor : Umi Fadilah/ Sugeng. HS
Publish : Cucu Safiyudin

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password