Wakapolda Bali Bahas Isu Terorisme di Puri Jro Kuta

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali, Isu terorisme saat ini ramai dibicarakan di media sosial, online, cetak bahkan elektronik. Polri sebagai garda terdepan dalam memberantas aksi terorisme, terus berupaya untuk menggagalkan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok tertentu. Menyikapi isu tersebut, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si. mendekati para tokoh masyarakat yang ada di wilayah Denpasar. Salah satunya adalah dengan mendatangi Puri Jero Kuta, di Jalan Sutomo, Pemecutan Kaja, Denpasar Barat, Rabu (31/5).

WhatsApp Image 2017-05-31 at 12.08.46Kedatangan Wakapolda Bali ini disambut Pengelingsir Puri Jero Kuta Anak Agung Ngurah Jaka Pratidnya, Perbekel Desa Pemecutan Kaja Anak Agung Ngurah Arwatha dan Para Kepala Dusun (Kadus) se-Desa Pemecutan Kaja. Pertemuan tersebut membahas tentang situasi yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia saat ini seperti aksi terorisme, HTI, berita hoax, narkoba dan Ormas.

Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si. mengatakan ancaman aksi terorisme sudah semakin nyata, hal itu bisa terlihat dari beberapa kejadian disejumlah tempat di Indonesia bahwa para teroris menyerang Polisi sebagai target utamanya. Namun ancaman itu tidak akan membuat Polri takut untuk memberantas para teroris. Polda Bali akan terus bekerja keras untuk menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif. Semua itu bisa terwujud, bila masyarakat yang ada di Bali ikut serta menjaga keamanan Bali, dengan cara memberikan informasi sekecil apapun kepada Polisi.

“Mudah-mudahan teroris tidak bisa masuk ke Bali, karena di setiap pintu masuk menuju Bali, kami sudah menempatkan personel untuk melakukan pengawasan dan penjagaan secara ketat. Pemulihan situasi pasca bom itu sangat mahal dan butuh waktu lama, untuk itu mari bersama-sama jaga Pulau Bali ini,” ujar jenderal bintang satu asal Tabanan ini.

Tidak hanya itu, Wakapolda Bali juga sangat khawatir dengan peredaran narkoba yang ada di Bali saat ini. Narkoba sangat merusak generasi penerus bangsa, karena narkoba memiliki daya rusak yang sangat tinggi. Sekali menggunakan, 500 syaraf yang ada di tubuh manusia akan dibuat mati oleh barang terlarang tersebut. Dalam menangani kasus narkoba, Kapolda Bali telah membentuk Tim Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) yang dilengkapi IT, dan fokus menindak kejahatan terorganisasi yang melibatkan lintas negara, salah satunya adalah kejahatan narkoba.

“Tim CTOC sudah mampu mengungkap kasus narkoba berskala besar. Dulunya hanya mampu menangkap pelaku narkoba dengan barang bukti kecil, sekarang sudah bisa menangkap dengan barang bukti sabu sampai kiloan,” terang jenderal murah senyum ini.Ditambahkan Wakapolda Bali, Kapolda Bali Irjen. Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose tidak menginginkan adanya aksi premanisme yang dilakukan oleh Ormas yang di Bali. Kehadiran para preman ini, akan membuat masyarakat Bali menjadi tidak nyaman dan merasa ketakutan. “Jangan sampai karena Ormas, masyarakat Bali mudah di adu domba,” pesan Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Gede Alit Widana, S.H., M.Si.

Sementara itu, Anak Agung Ngurah Jaka Pratidnya menanggapi, masyarakat di Desa Pemecutan Kaja masih semangat untuk menjaga keamanan wilayahnya. Perangkat desa secara rutin melakukan Sidak terhadap penduduk pendatang. Hal ini untuk mengantisipasi adanya penyusupan yang dilakukan oleh para teroris, untuk menjalankan aksi terornya. Kegiatan yang paling berbahaya dari aksi teroris ini adalah pencucian otak.

“Mari jaga Bali dan keutuhan Indonesia pada umumnya. Kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk berbagi informasi terkait terorisme, premanis dan narkoba. Dulu orang tua kita bangga karena anaknya lulus sarjana, tapi sekarang orang tua bangga kalau anaknya tidak kena narkoba,” ucap Pengelingsir Puri Jero Kuta Anak Agung Ngurah Jaka Pratidnya.

Penulis  : I Ketut Bina Wartawan

Editor    : Umi Fadilah

Publish  : I Putu Adnyana

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password