Kasus Persetubuhan di Tabukan Tengah Sangihe Masuki Tahap II

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Kasus persetubuhan terhadap perempuan dibawah umur, sebut saja Bunga (13) yang ditangani oleh Polsek Tabukan Tengah, Sangihe memasuki tahap II. Tersangkanya, pria berinisial HN (24) beserta barang bukti diserahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tahuna, Selasa (30/05/2017).

Tersangka dijerat pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

Hal tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/03/I/2017/Sulut/Res Sangihe/SPKT, yang dilaporkan oleh kerabat korban, Anete (51), warga Kecamatan Tabukan Tengah.

Kronologisnya, pelapor pada Sabtu (21/01/2017) silam sekitar pukul 20.00 WITA, menyuruh keponakannya (korban) untuk membeli bensin di sebuah kios di dekat rumah mereka. Sesaat usai tiba di rumah, korban kembali keluar tanpa sepengetahuan pelapor.

Korban lalu bertemu dengan pelaku di area perkebunan kelapa di Dusun Puntieng, Kecamatan Tabukan Tengah. Pelaku selanjutnya menggelar sehelai karung warna hijau dan menyuruh korban untuk duduk. Sejurus kemudian, pelakupun (maaf) melucuti pakaian korban dan menyetubuhinya dengan beralaskan karung tersebut.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku meminta korban untuk meminum air dalam kemasan botol sambil mengatakan bahwa air tersebut adalah obat anti hamil. Korbanpun menuruti perintah pelaku. Setelah semua keinginannya terpenuhi, pelaku menyuruh korban pulang.

Kapolsek Tabukan Tengah, Iptu Yulians Rompas membenarkan adanya penyerahan tersangka dan barang bukti kasus tersebut. “Sudah diserahkan ke pihak kejaksaan,” jelasnya. “Tinggal menunggu proses selanjutnya,” pungkas Kapolsek.

Penulis: Rony
Editor: Pri
Publish: Rony

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password