Pelayanan Registrasi Identifiasi Kendaraan Bermotor Dan Pengemudi

21-54-02-122311_chrysnandadlfacebookTribratanews.polri.go.id – Jakarta , Registrasi identifiasi (reg ident) Kendaraan Bermotor (KBM) dan Pengemudi merupakan fungsi kepolisian dalam menangani lalu lintas. Spirit dari regident (kbm dan pengemudi) dapat dikatakan sebagai core function dalam rangka :

  1. Memberikan jaminan legitimasi keabsahan asal usul KBM Indonesia sebagai negara hukum asal usul KBM harus jelas untk dapat dioperasionalkan. Yang bermakna kendaraan-kendaraan yang tidak jelas (selundupan, hasil kejahatan, maupun ilegal) tidak diijinkan dioperasionalkan.  Bagian ini merupakan pelayanan keamanan, memberikan jaminan atas barang berharga warga masyarakat yang terregistrasi dan teridentifikasi pada kepolisian (sebagai aparat yang bertanggung jawab atas keamanan, dan ketertiban (keteraturan sosial).
  1. Memberikan jaminan legitimasi kepemilikan. Sebagai pemilik KBM wajib bertanggung jawab atas kendaraanya tatkala dioperasionalkan di jalan raya. Merupakan pelayanan keamanan, untuk pengawasan dan pertanggungjawaban kbmnya tidak disalahgunakan dalam pengopsnalanya.
  1. Memberikan jaminan legitimasi pengoperasionalan ( STNK dan  TNKB), merupakan pelayanan keselamatan. Bagi KBM yang diopsnalkan wajib membayar pajak, asuransi maupun PNBP, yang digunakan untuk peningkatan kualitas pelayanan secara prima (cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel infromatif dan mudah diakses)
  1. Memberikan jaminan legitimasi kompetensi. Merupakan pelayanan keamanan dan keselamatan. Para pengemudi KBM wajib memiliki SIM. Dengan demikian SIM merupakan hak istimewa yang diberikan kepada seseorang yang telah lulus uji (administrasi, teori, simulator maupun praktek) yang bersangkutan dianggap telah memiliki pengetahuan, kepekaan, kepedulian dan tanggung jawab akan keselamatan baik bagi dirinya maupun orang lain.
  1. Sebagai fungsi kontrol (merupakan pelayanan hukum). Ditujukan untuk : A) Pencegahan kecelakaan, kemacetan maupun masalah -masalah lalu lintas lainya, B).Memberikan perlindungan kepada pengguna jalan lainya, korban maupun para pencari keadilan, C) Sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas,D) Untuk kepastian, sebagai sandaran dlm menegakkan hukum, E)merupakan bagian dari edukasi.
  1. Mendukung forensik kepolisian, sebagai sistem filling and recording yang dapat mendukung  proses penyidikan tindak pidana maupuin untuk pengembangan pada program2 lalu lintas lainya seperti ( electronic road pricing / ERP, ETC (electronic toll collecting), E ‎Parking, E samsat, Electronic law enforcement (ELE) dsb).
  1. Memberikan pelayanan yang prima (memiliki standar kecepatan, ketepatan, keakuratan, transparansi, akuntabilitas, informatif dan kemudahan mengakses)

Fungsi regident KBM maupun Pengemudi merupakan upaya dari kepolisian dalam mewujudkan amanah UU no 22 th 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yaitu dalam rangka :

  1. Mewujudkan dan memelihara kamseltibcarlantas,
  2. Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,
  3. Membangun budaya tertib berlalu lintas,
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik di bidang LLAJ.

Di era digital pelayanan prima diwujudkan melalui sistem yang terhubung (on line), dengan membangun back office ( pusat k3i (komunikasi, komando dan pengendalian, koordinasi dan informasi), aplikasi-aplikasi pendukung dan network. Regident kbm dan pengemudi juga sebagai pendukung smart city.

Indikator regident KBM dan pengemudi yang mendukung Promoter ( Profesional, modern dan terpercaya) sebagai berikut :

  1. Terbangunya sistem – sistem pengamanan dan pelayanan keselamatan yang terpadu dan sinergis dalam bentuk adanya koneksi online atau terhubung satu dengan lainya. Yang dioperasionalkan sebagai pusat k3i (komando dan pengendalian, komunikasi, koordinasi dan informasi) melalui back office, adanya aplikasi-aplikasi pelayanan kamseltibcarlantas yang berkualitas prima (cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif dan mudah diakses).
  2. Terbangunya sistem-sistem jaringan baik secara elektronik manual yang mendukung implementasi aplikasi-aplikasi pelayanan kepolisian di bidang LLAJ dpt dikategorikan dalam: A.).Pelayanan administrasi : Yang dikategorikan pelayanan administrasi adalah berkaitan dengan pemberian surat keterangan kepolisian sebagai jaminan legitimasi atas keabsahan dan kebenaran atas apa yang disampaikan atau dijelaskan dalam surat tersebut. B).Pelayanan keamanan Pelayanan yang berkaitan dengan tindakan kepolisian baik dengan atau tanpa upaya paksa baik secara langsung maupun  melalui media untuk mewujudkan dan memelihara keamanan serta rasa aman masyarakat. C). Pelayanan keselamatan Adalah pelayanan yang berkaitan dengan tindakan kepolisian baik dengan atau tanpa upaya paksa baik secara langsung dan melalui media untuk mewujudkan serta memelihara keselamatan, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas. D). Pelayanan hukum : Tindakan kepolisian baik dengan atau tanpa upaya paksa baik secara langsung maupun melalui media untk membangun peradaban. Dalam menegakkan hukum polisi juga sebagai penegak keadilan, aturan dan sistem-sistem yang dibuat untuk mengawasi bukan untk menakut nakuti. E). Pelayanan kemanusiaan : Tindakan-tindakan kepolisian yang dapat dikategorikan sebagai upaya-upaya mengangkat harkat dan martabat manusia sehingga dapat dikategorikan sebagai pejuang kemanusiaan. F). Pelayanan informasi :     Pelayanan kepolisian untuk memberikan pencerahan, memotivasi, memberitu hal baru dan mendorong orang lain berbuat baik.
  3. Terbangunnya sdm polantas yang memiliki integritas dan berkarakter yang dapat ditunjukan sistem-sistem yang dibangun dengan berbsis kompetensi, memiliki komitmen, dan keunggulan. Untuk mmbangun SDM yang berkarakter (berbasis kompetensi, memiliki komitmen, dan mampu diunggulkan atau memiliki keunggulan.
  4. Dalam implementasinya dapat dilihat dari kepemimpinan, administrasi, operasional dan capacity buildingnya yang dapat di tunjukan dengan adanya : a.Political will dari pimpinan, b.Komitment moral dari para pemimpinya,c.Berpedoman pada SOP yg berisi(job dscription, jobanalysis, standardisasi keberhasilan tugas, sistem penilaian knerja , sistem reward dan punishment serta ada nya etika kerja (apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan),                            d. Menempatkan orang-orang yang berkarakter dan bersemangat sebagai icon dan agent of change yang akan menjadi penjuru perubahan.                                              e.Siapnya master-master trainer yang akan membentuk dan melatih trainer-trainer pada tingkat Polda dan Polres. f.Siapnya tim transformasi sebagi tim back up atau tim kendali mutu.                                                                                             g.Terbangunya sistem-sistem penelitian dan pengkajian dan juga adanya assesmen tcentre.                                                          h.adanya program – program training dan coach disemua fungsi, bagian dan lini.                                                                i.Adanya program program unggulan,                               j.Adanya pilot project ,                                                        k.Adanya sistem-sistem untuk monitoring dan evaluasi melalui back office (untuk membangun SOP menjadi sistem elektronik melalui SMK(siistem manajemen kinerja)                      l.Program program kaderisasi  dan Terbangunnya posisi-posisi jabatan fungsional) yang non struktural.

 

Penulis : cdl

Editor : kang ikbal

Publish : alam / veri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password