Diserang Kawanan Begal, Tangan Hairil Hampir Putus Diparangi dan Motor Raib

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Bhabinkamtibmas Polsek Manggala Bripka jufri menjenguk korban begal (Curas) di rumah sakit Hermina Makassar. Korban bernama Hairil (16) warga jalan Borong Raya Makassar. Kejadian tersebut dialami Hairil saat melintasi Kantor Camat Manggala bersama temannya, Rabu (31/5/17).

Akibat kejadian tersebut korban kehilangan motornya yang berhasil digasak oleh pelaku. Tidak terima atas kejadian tersebut, keluarga korban langsung melapor ke Polsek Manggala.

Kapolsek Manggala Kompol Hasniati mengungkapkan pelaku begal yang berjumlah empat orang tiba-tiba menghadang korban dengan membawa parang dan busur.

“Pelaku langsung menyerang korban dengan memarangi pergelangan tangannya hingga hampir putus,” jelas Kompol Hasniati.

Pada saat pelaku begal menyerang Hairil, teman Hairil langsung menyelamatkan diri dengan meloncat dari motor dan meninggalkan korban Hairil. Akibatnya, pelaku berhasil menggasak motor yang dikendarai hairil bersama temannya.

Pengamat Sosial khusus masalah kemiskinan dari Universitas Indonesia, Priadi Permadi mengatakan, fenomena pelaku aksi begal yang terjadi pada sejumlah kota besar di Indonesia merupakan bentuk kejahatan kriminal yang sejajar dengan masalah ekonomi. Kesenjangan sosial dan kesulitan hidup yang terjadi menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan pelaku pembegalan di jalanan.

Pemicu lainnya kemudian ditambah dengan tidak adanya pemerataan lapangan kerja membuat masyarakat terutama pemuda dengan pendidikan rendah semakin sulit untuk mencari penghasilan. Untuk itu, masalah inilah yang utamanya perlu diatasi.

Tak hanya itu, menurut Priadi, faktor kriminal itu juga didorong dengan adanya iklan maupun film di televisi yang menunjukkan hidup bergelimangan harta. Akibatnya, orang pun akan menggunakan segala cara agar bisa menjadi seperti itu.

Selain itu, faktor penegakan hukum pun tak luput dari perannya dalam meningkatkan jumlah kriminalitas. Dengan jumlah aparat kepolisian yang kurang, ditambah faktor ekonomi para penegak hukum tersebut, menjadi faktor lainnya kriminalitas seperti pembegalan meningkat.

“Seharusnya penegak hukum pun memberikan hukuman yang setimpal bagi para pelaku kriminal tersebut. Jangan sampai kasus anak jalanan yang kemudian ditangkap dan bebas setelah ditebus menjadi salah satu faktor membuat anak jalanan tersebut berani melakukan kriminalitas lebih tinggi,” ucapnya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk menghindarkan anak-anak dalam masalah seperti ini terutama orang tua dan pemerintah. Para orangtua seharusnya bersikap ekstra hati-hati dan memantau secara rutin setiap tahap perkembangan anaknya. Lalu pemerintah harus bekerja lebih maksimal lagi dalam mensejahterakan rakyatnya.

Misalnya, meringankan biaya pendidikan agar anak-anak memiliki ilmu dan skill yang bisa digunakan untuk meringankan beban orang tua mereka. Lalu memberikan dana/uang jatah bulanan kepada warga miskin. Membatasi jumlah penduduk tiap tiap pulau, sehingga tidak ada pertumbuhan yang terlalu tinggi di salah satu pulau/ pemindahan orang–orang ke pulau lain.

Penulis : Ros

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri54660 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password