Polrestabes Makassar Ringkus Empat Pelaku Sabu, Dua Diantaranya Adalah Wanita

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Tim Elang Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar meringkus empat pelaku Narkotika jenis sabu di Jalan Paropo Makassar, selasa (30/05/17).

Pelaku masing–masing berinisial lelaki RR (23) warga Paropo Makassar, lelaki MR (20) Abd. Dg. Sirua Makassar, perempuan inisial GR alias Sisil (19) warga Borong Raya Makassar dan Perempuan inisial AY (25) warga Puri Asri Makassar.

Artikel, Polrestabes Makassar Ringkus Empat Pelaku Sabu, Dua Diantaranya Adalah Wanita1

 

 

 

 

 

 

 

Berawal dari informasi pelaku tersebut di ketahui sedang melakukan transaksi narkotika jenis sabu di jalan Paropo Makassar, selanjutnya tim elang narkoba Polrestabes Makassar berhasil mengamankan pelaku.

“Saat di lakukan pemeriksaan dan penggeladahan oleh satuan elang Polrestabes Makassar di temukan narkotika jenis sabu berupa 1 paket besar sabu seberat 50 gram, 1 paket kecil berisi sabu, 1 buah timbangan digital sabu, 3 sendok berisi sabu, 4 saset kosong dan 1 rantang berisi 4 paket kecil sabu”, ujar Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika.

Awalnya ada tiga pelaku yang di amankan lelaki RR, perempuan GR alias Sisil dan perempuan AY, selanjutnya dari hasil introgasi dilakukan pengembangan barulah lelaki MR di ringkus di jalan Abd. Dg. Sirua Makassar.

Selanjutnya keempat pelaku bersama barang bukti di bawah ke Polrestabes Makassar guna penyidikan lebih lanjut.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password