Ngabuburit ala Polres Kudus

Tribratanews.polri.go.id – Polres Kudus- Polda Jateng – Puluhan kendaraan trail para bikers menggema di Desa Rahtawu Kec Gebog Kudus Minggu (28/5) sore tadi.

Debu dan percikan batu kerikil menandai lompatan-lompatan indah para bikers dalam memompa adrenalin dan skill masing-masing.

Ya , itulah gambaran kegiatan anggota Polres Kudus saat Ramadan tahun ini. Anggota kelompok yang terdiri dari Sat Sabhara,Preman Sholawat,KBMP,serta peserta lainnya menghabiskan waktu dengan berlatih sambil menunggu waktu luang berbuka puasa.

“Istilahnya ngabuburit . Kalau orang lain banyak yang ngabuburit di mal atau jalan-jalan ke lokasi wisata, kami memilih memacu adrenalin dengan mendaki bukit-bukit dan melintasi jurang.

Selain biar fun , juga menjaga tubuh agar tetap sehat selama menjalan ibadah puasa,” kata Kasat Sabhara AKP Sutopo. Selain menggelar ngabuburit bersama, mereka juga melakukan berbagai kegiatan sosial.

Pembagian sembako kepada warga kurang mampu dan kegiatan bakti sosial lainnya yang berada dipelosok-pelosok kerap dilakukan sebagai bukti eksistensi Polres Kudus.

“Jadi bukan hanya mencari senang untuk diri sendiri, namun sebisa mungkin kehadiran kita ini dapat memberikan kebahagiaan juga buat orang lain, terutama mereka yang membutuhkan,” katanya.

Mereka selalu mengadakan trabas atau trail adventure dengan menjelajah hutan, gunung, lembah serta lokasi lain yang bagi sebagian orang mustahil dilewati.

Namun ada yang berbeda dengan komunitas trail adventure lainnya. Antara lain penerapan peraturan yang super ketat kepada anggota khususnya terkait keamanan berkendara (safety riding ).

“Keamanan atau safety riding bagi kami adalah nomor satu. Karena itu adalah peraturan yang wajib dipatuhi setiap anggota,” ujarnya.

Tak hanya itu, meraka juga selalu memperhatikan lingkungan yang dilintasi. Mereka tak hanya melewati berbagai tempat seenaknya, tapi selalu melakukan perbaikan jalur seusai dilintasi.

“Soalnya jalur itu kan tanahnya orang, ada pula yang menjadi lahan pertanian orang lain. Jadi kami juga harus merawat agar tidak merusak dan merugikan orang lain.

Istilah yang selalu menjadi jargon kami Sedulur Sejalur, orang-orang di jalur yang kami lintasi itulah saudara kami yang harus kami perhatikan,” paparnya

Kegiatan yang didirikan untuk bersenang-senang menyalurkan hobi, berbagi kepada sesama serta ajang menjalin silaturahmi itu diharapkan mampu bertahan di tengah gempuran kemajuan zaman.

Penulis.   : Dodie

Editor.     : Umi Fadilah

Publish.   : Hbs

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password