Elisa Tewas Terlindas Dump Truck di Sangihe

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Seorang remaja bernama Elisa Korompit (16), asisten operator excavator PT. Anugerah Dinasti tewas terlindas dump truck pengangkut tanah di lokasi pelebaran jalan raya wilayah Lindongan 6, Kampung Dagho, Kecamatan Tamako, Sangihe, Sabtu (27/05/2017) sekitar pukul 11.15 WITA.

Kejadian tragis siang itu bermula ketika excavator yang dikemudikan oleh kakak kandung korban, Daniel Korompit sedang mengeruk tanah di sekitar lokasi. Tanah itu kemudian diangkut oleh beberapa truck, salah satunya truck bernopol DB 8429 AQ yang dikemudikan SM alias Ele (31), warga Kecamatan Manganitu Selatan.

Saksi, Dina Mamonto (pengawas harian lepas PT. Anugerah Dinasti) menuturkan, SM saat memundurkan truck diduga tidak memperhatikan keberadaan korban, yang waktu itu sedang membersihkan sisa tanah di badan jalan menggunakan sekop. Tiba-tiba tubuh korban terbentur bak truck dan terhempas ke tanah.

Truck terus bergerak mundur, bagian tubuh korban mulai dari dada hingga pahapun tergilas oleh roda kiri belakang. Melihat hal ini, Dina lalu berteriak kepada SM dan memberitahukan jika ada orang yang terlindas truck. Panik, SM berhenti sesaat dan menggerakkan truck ke depan sehingga tubuh korban terlindas dua kali.

Kakak korban yang juga melihat kejadian ini segera turun dari excavator dan menghampiri truck tersebut sambil memecahkan kaca pintu kanan. SM yang ketakutan kabur bersama truck ini. Korban lalu dilarikan ke Puskesmas Dagho untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sekitar pukul 11.25 WITA, korban tiba di Puskesmas Dagho. Diterangkan oleh dr. Jeane Ussu, setelah dilakukan pemeriksaan, korban sudah meninggal dunia. Dari hasil visum luar pada tubuh korban, ditemukan luka lecet dan lebam di bagian dada sampai paha atas, luka lecet di punggung dan pinggul.

Lebih lanjut diterangkan dokter, korban juga mengalami luka patah tulang antara lain di bagian paha sebelah kiri atas, pinggul dan beberapa tulang rusuk. Dokter menduga, korban meninggal dunia akibat patahan tulang merusak organ tubuh dalam, termasuk paru-paru.

Sementara itu sopir truck, SM mengatakan, saat memundurkan truck ia telah melihat kaca spion kanan dan kiri namun tidak melihat keberadaan korban. Tiba-tiba ia merasakan roda belakang melindas sesuatu dan baru menyadari jika yang terlindas adalah tubuh korban setelah diberitahu oleh saksi.

Ditambahkan SM, ia melarikan truck untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi yang sedang bertugas dalam pengamanan kegiatan syukuran di Kampung Dagho.

Kapolres Sangihe, AKBP I Dewa Made Adnyana melalui Kapolsek Tamako, Iptu J.T. Sedu, membenarkan adanya kejadian tragis tersebut. “Sesaat usai mendapat laporan, kami langsung ke lokasi kejadian, memeriksa kondisi korban di Puskesmas dan melakukan olah TKP,” jelasnya.

Sopir, lanjut Kapolsek, bersama truck telah diamankan di Mapolsek Tamako. “Korban lalu dibawa ke Tahuna dan selanjutnya diberangkatkan ke tempat kelahirannya di Poigar, Bolaang Mongondow untuk dimakamkan,” ujarnya. “Kasus ini sedang ditangani secara serius,” pungkas Kapolsek.

Penulis: Rony
Editor: Umi Fadilah
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password