Hari Pertama Menjabat Kapolres Palopo, Akbp Taswin Langsung Mengecek Keadaan Rutan

Tribratanews.polri.go.id – Palopo Sulsel, Kapolres Palopo AKBP Taswin yang memasuki hari pertama dalam memimpin Polres Palopo melakukan pengecekan di ruang tahanan (Rutan) Polres Palopo, Jumat (26/5/17).

Dalam pengecekannya, Kapolres Palopo menekankan kepada yang jaga tahanan, agar sering-sering memeriksa terali besi, plafon cor ruang tahanan cek saluran pembuangan air kamar mandi dan kelancaran keran air bak mandi.

KBO Reskrim Ipda Siliwadi bersama Ka SPKT Polres Palopo Aiptu Jumrang yang mendampingi Kapolres Palopo saat itu siap untuk melaksanakan perintah.

Kesemua yang dilakukan merupakan antisipasi tahanan melarikan diri serta adanya barang barang berbahaya yang tidak boleh dibawa masuk.

Kasus tahanan kabur menjadi tantangan bagi kepolisian. Kasus seperti ini menjadi persoalan klasik, terutama di polsek-polsek dengan struktur tahanan tidak berstandar. Sarana yang tak memadai lagi-lagi menjadi faktornya.

Hal ini juga disampaikan Kapolri Tito Karnavian tentang pentingnya evaluasi duab faktor itu. Ia mengatakan, evaluasi terkaittahanan kabur mencakup tentang kelayakan gedung yang digunakan untuk rutan dan petugas keamanannya.

“Apakah karena gedungnya, atau karena faktor orangnya, petugasnnya yang lalai dan lain-lain. Itu perlu jadi evaluasi,” ucap Tito.

Diakuinya, rutan di Indonesia belum semuanya dikatakan laik. Banyak rutan yang memang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia.

Tahanan kabur tidak hanya menjadi persoalan kepolisian di Indonesia. Di negara-negara maju, tahanan kabur juga masih kerap terjadi, bahkan pada penjara dengan sistem keamanan ekstra sekalipun.

Di Amerika Serikat, pada 2014 lalu, dua tahanan yang terlibat kekerasan berantai di negara bagian Texas kabur dari tahanan dengan cara membobol tembok tahanan. Mereka baru berhasil diringkus setelah dua bulan dalam pelarian.

Kita juga masih ingat sejarah kelam penjara paling menakutkan di dunia, Alcatraz. Pada dekade 80-an empat tahanan kabur dari pulau tak berpenghuni itu, yang menyebabkan Alcatraz ditutup.

Sampai saat ini tidak diketahui nasib keempat narapidana itu. Di Kubu, sebuah penjara wanita juga pernah kecolongan. Dua tahanan perempuan yang terlibat pembunuhan berencana kabur, dua hari sebelum dieksekusi mati.

Ini menggambarkan bahwa kasus tahanan kabur juga menjadi persoalan di negara-negara maju. Sistem keamanan dan faktor sarana gedung, dan komitmen para penegak hukum menentukan langkah ke depan.

Digambarkan, Alfonzo W Mick, seorang penulis buku kriminal jalanan di Amerika menggambarkan dalam tulisannya bahwa kejahatan itu terjadi bukan saja pada saat peristiwa terjadi. Tapi saat orang dalam masa penahanan, kejahatan juga masih bisa terjadi.

“Di dalam tahanan orang belum tentu sadar akan perbuatannya. Tahanan bisa membuat orang menjadi semakin brutal dan gila. Buktinya, di tahanan orang bisa membunuh sesamanya tahanan. Tahanan bisa kabur dan mengelabui petugas. Itu indikasi, bahwa kejahatan tidak pernah berhenti dengan hukuman,” sebutnya dalam bukunya.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password