Beri Rasa Aman Kepada Warga yang Beribadah, Polres Sinjai Terjunkan Puluhan Personel Mengamankan Sholat Tarwih

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel, Polres Sinjai menerjunkan puluhan personelnya untuk melaksanakan pengamanan Sholat Tarawih di Mesjid-mesjid yang ada di Kabupaten Sinjai, Sabtu (27/05/17).

Kegiatan pengamanan dikoordinir langsung Kabag Ops Polres Sinjai Kompol Aminullah Mansyur dan untuk Polsek jajaran dikoordinir oleh para Kapolsek masing-masing.

Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan pengamanan Sholat Tarawih dilakukan secara rutin selama Bulan Suci Ramadhan guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada jamaah yang akan menunaikan sholat tarwih.

“Selain itu, untuk mengantisipasi dan pencegahan terhadap pelaku kejahatan seperti curanmor, dengan sasaran kendaraan roda dua jemaah yang sedang terparkir saat pelaksanaan sholat tarawih berlangsung,” tuturnya.

Polres Sinjai menurunkan personil sebanyak 62 orang, sesuai surat perintah Kapolres Sinjai yang tersebar di Kota Sinjai dan untuk di Kecamatan petugas pengamanan oleh personil polsek jajaran dan pelaksanaanya dilaksanakan secara bergantian yang dibagi dalam 2 (dua) regu.

“Pengamanan sholat tarwih ini akan dilakukan sepanjang Bulan Ramadhan hingga Operasi Ramadniyah nantinya,” ujar Kapolres Sinjai.

Selain melakukan pengamanan sholat tarawih, Polres Sinjai juga menurunkan Personil untuk pengamanan sholat shubuh selama bulan suci ramadhan serta menurunkan personil pada saat sore hari untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas ditempat keramain seperti pasar sentral dan tempat yang rawan macet guna mengantisipasi kemacetan dijalan raya.

Beberapa orang memang harus merelakan tidak bisa ikut beribadah karena mengurusi kepentingan umat. Memang terasa sedih, karena tidak bisa melaksanakan ibadah bersama kaum muslimin. Mungkin sebagian orang berpikir bahwa akan luput dari pahala tersebut akan tetapi pekerjaan ini sangat mulia, tersimpan didalamnya pahala yang banyak asal disertai niat yang tulus.

Mungkin perasaan mereka sama dengan perasaan Ali bin Talib radhiallahu ‘anhu tidak bisa mengikuti perang Tabuk ketika harus menjadi pengganti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengurusi urusan kaum muslimin di Madinah.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah memberi tugas kepada ‘Ali bin Abi Thalib saat perang Tabuk (untuk menjaga para wanita dan anak-anak di rumah). ‘Ali pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau hanya menugasiku untuk menjaga anak-anak dan wanita di rumah?’. Maka beliau menjawab,‘Tidakkah engkau ridho mendapatkan kedudukan di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi setelahku ?” [HR. Al-Bukhari no. 4416 dan Muslim no. 2404].

Lihat kemuliaan yang didapat oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, yang kemulian ini ditulis dibuku-buku keutamaan para sahabat. Hal ini karena beliau sangat ingin mendapatkan keutamaan jihad perang tabuk tetapi beliau berkorban untuk kepentingan umum.

Niat bisa sama dengan pahala melakukan

Dari Abu Kabsyah Al-Anmari rodhiyallohu ‘anhu, bahwa dia mendengar Rasululloh sholallohu ‘alaihi wassallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu untuk 4 orang: Hamba yang Alloh berikan rizqi kepadanya berupa harta (dari jalan yang halal) dan ilmu (agama Islam), kemudian dia bertaqwa kepada Robbnya pada rizqi itu (harta dan ilmu), dia berbuat baik kepada kerabatnya dengan rizqinya, dan dia mengetahui hak bagi Alloh padanya. Maka hamba ini berada pada kedudukan yang paling utama (di sisi Alloh). Hamba yang Alloh berikan rizqi kepadanya berupa ilmu, namun Dia tidak memberikan rizqi berupa harta, dia memiliki niat yang baik. Dia mengatakan: “Seandainya aku memiliki harta aku akan berbuat seperti perbuatan Si Fulan (orang pertama yang melakukan kebaikan itu)”. Maka dia (dibalas) dengan niatnya (yang baik), pahala keduanya (orang pertama dan kedua) sama. [HR. Tirmidzi, no: 2325; Ibnu Majah, no: 4228; Ahmad 4/230-231, no: 17570; dll, Dishohihkan Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Sunan Ibni Majah, no: 3406].

Jadi apabila seorang dokter, perawat, polisi, tentara, satpam dan lain-lain yang tidak bisa melakukan suatu amalan tertentu dengan niat demi kemaslahatan sya’riat dan kepentingan orang banyak. Maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala melaksanakannya.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password