Raih Keberkahan di Bulan Ramadhan, Kapolda Sulsel Gelar Buka Puasa Bersama

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sulsel Ny. Diana Muktiono menggelar buka puasa bersama di Baruga Pallawa Lipu Rujab Kapolda Sulsel, Makassar, Sabtu (27/05/17).

Sebagai bentuk rasa syukur menjalankan ibadah puasa pertama di Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Sulsel mengajak anak yatim dari Panti Asuhan Hidayatullah di Jalan Batua Raya Sebanyak 35 orang.

Irjen Pol Muktiono merasa bersyukur dapat berbagi kebahagiaan dalam bulan suci Ramadhan dengan para anak yatim, Serta seluruh Pejabat Utama dan Personil jajaran Polda Sulsel

“Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah Swt, karena ridhonya kita dapat berbuka puasa bersama pertama ditempat ini,” kata Muktiono memulai sambutannya.

Tampil sebagai penceramah sebelum pelaksanaan shalat Tarwih yakni Ustadz Dr. H. Abd. Wahid M.A.

Usai memberikan ceramah Ustadz Dr. Wajid M.A memimpin doa untuk Bhayangkara yang gugur saat melaksanakan tugas di Kampung Melayu.

Turut hadir dalam acara buka bersama, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si, seluruh Pejabat Utama Polda Sulsel, Kapolrestabes Makassar, serta Personil Polda Sulsel dan Brimob Polda Sulsel.

Bulan Ramadhan benar-benar kesempatan terbaik untuk beramal. Bulan Ramadhan adalah kesempatan menuai pahala melimpah. Banyak amalan yang bisa dilakukan ketika itu agar menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan memberi sesuap nasi, secangkir teh, secuil kurma atau snack yang menggiurkan, itu pun bisa menjadi ladang pahala. Maka sudah sepantasnya kesempatan tersebut tidak terlewatkan.

Disalin dari rumaysho.com inilah janji pahala yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebutkan,

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)

Al Munawi rahimahullah menjelaskan bahwa memberi makan buka puasa di sini boleh jadi dengan makan malam, atau dengan kurma. Jika tidak bisa dengan itu, maka bisa pula dengan seteguk air.

Ath Thobari rahimahullah menerangkan, “Barangsiapa yang menolong seorang mukmin dalam beramal kebaikan, maka orang yang menolong tersebut akan mendapatkan pahala semisal pelaku kebaikan tadi. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi kabar bahwa orang yang mempersiapkan segala perlengkapan perang bagi orang yang ingin berperang, maka ia akan mendapatkan pahala berperang. Begitu pula orang yang memberi makan buka puasa atau memberi kekuatan melalui konsumsi makanan bagi orang yang berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala berpuasa.”

Di antara keutamaan lainnya bagi orang yang memberi makan berbuka adalah keutamaan yang diraih dari do’a orang yang menyantap makanan berbuka. Jika orang yang menyantap makanan mendoakan si pemberi makanan, maka sungguh itu adalah do’a yang terkabulkan. Karena memang do’a orang yang berbuka puasa adalah do’a yang mustajab. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda.

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396), Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Apalagi jika orang yang menyantap makanan tadi mendo’akan sebagaimana do’a yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam praktekkan, maka sungguh rizki yang kita keluarkan akan semakin barokah. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

“Allahumma ath’im man ath’amanii wa asqi man asqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku. (HR. Muslim no. 2055).

Tak lupa pula, ketika kita memberi makan berbuka, hendaklah memilih orang yang terbaik atau orang yang sholih. Carilah orang-orang yang sholih yang bisa mendo’akan kita ketika mereka berbuka. Karena ingatlah harta terbaik adalah di sisi orang yang sholih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengatakan pada ‘Amru bin Al ‘Ash,

“Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta di tangan hamba yang Shalih. (HR. Ahmad 4/197).

Dengan banyak berderma melalui memberi makan berbuka dibarengi dengan berpuasa itulah jalan menuju surga. Dari ‘Ali, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (HR. Tirmidzi no. 1984)

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password