Jadi Narasumber di Kampung KB, Kapolres Sinjai Ingatkan Bahaya Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel, Kapolres Sinjai Akbp Ardiansyah menghadiri sekaligus narasumber kegiatan forum  komunikasi Masyarakat Kampung KB (Keluarga Berencana) di Dusun Passahakue, Desa Pasimarannu, Kec. Sinjai Timur, Kab. Sinjai, Jumat (26/05) pagi.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kab. Sinjai Dra. Hj. Mas Ati.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Sinjai Musawwir, Kepala Desa Pasimarannu, ketua dan anggota BPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.

Kapolres Sinjai mengawali pemberian materinya dengan memperkenalkan diri selaku pejabat baru di Kabupaten Sinjai dan selanjutnya menyampaikan gambaran tentang tugas umum kepolisian ditengah masyarakat.

Didalam forum komunikasi kampung KB Ardiansyah mengungkapkan agar kehidupan dalam masyarakat bisa saling bersinergi dengan pihak kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

Selain itu Kapolres Sinjai memberikan penjelasan tentang dampak penyalahgunaan narkoba dan mengajak masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba barang haram tersebut.

“Karena sekali mencoba maka kita akan terjerumus didalamnya dan masalah Narkoba peredarannya sudah merambat kesemua kalangan dan tidak menutup kemungkinan telah masuk di daerah kita,” ujar mantan Kasubdit III Ditnarkoba Polda Sulsel tersebut.

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan kian marak. Hal itu terlihat dari banyaknya pengungkapan kasus dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. Beragam upaya, baik penindakan dan pencegahan pun terus digalakkan. Utamanya upaya memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Provinsi Sulsel, Endang Sukarsih mengatakan, sinergitas seluruh pihak sangat diperlukan untuk memerangi narkotika. Terlebih, sangat banyak pintu masuk, baik itu jalur utama maupun jalur tikus dari para penyelundup narkotika.

“Ada 62 pintu masuk terutama jalur laut di Sulsel yang bisa dimasuki untuk mengedarkan narkoba. Untuk mengantisipasinya, diperlukan sinergitas instansi, seperti Dinas Perhubungan,” kata Sri beberapa waktu lalu.

Khusus pintu masuk peredaran narkotika, dibutuhkan adanya pengawasan khusus dan penjagaan berkelanjutan di tiap pelabuhan. Dengan pengawasan melekat tersebut, akan mempersempit ruang gerak para penyelundup narkotika.

Akademisi dari Unismuh Makassar, Arqam Azikin, mengatakan narkotika termasuk extra-ordinary crime alias kejahatan luar biasa. Artinya, penanganannya pun membutuhkan usaha-usaha ekstra. Narkotika dilanjutkannya memang merupakan ancaman generasi muda dan membahayakan ketahanan bangsa.

“Program pencegahan narkoba yang dilakukan BNN merupakan salah satu program nasional pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang harus didukung oleh segala elemen. Mengenai kepemimpinan, haruslah mempunyai agenda kepemimpinan yang terstruktur dalam hal penanganan narkoba,” tuturnya.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password