Seorang Balita di Langowan Barat Minahasa Tewas Tertembak Senapan Angin

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulut – Peringatan keras bagi para orang tua, jika menyimpan barang berbahaya seperti senapan angin, jauhkanlah dari jangkauan anak-anak. Jangan sampai terjadi peristiwa tragis seperti yang menimpa seorang balita berinisial R (1 tahun 6 bulan), warga Kecamatan Langowan Barat, Minahasa.

Balita mungil berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal dunia akibat tertembak senapan angin oleh A (7), Kamis (25/05/2017) sekitar pukul 06.30 WITA. Berawal ketika A bermain dengan korban dan seorang anak lainnya, Am, di dapur rumah keluarga Kojongian-Rorong. Diketahui, orang tua ketiganya ada ikatan saudara.

Saat di dapur, si A melihat senapan angin yang tergantung pada paku di dinding setinggi sekitar 1,5 meter lalu mengambilnya. Si A kemudian memainkan senapan angin tersebut dan mengarahkannya pada korban. Si A tanpa sengaja menarik pelatuk yang dalam kondisi tak terkunci.

Naasnya, senapan angin tersebut ternyata masih berisi peluru. Dorr!!, dalam sekejap peluru menembus dada kiri korban. Korbanpun terhempas ke tanah sambil menangis kesakitan. Melihat kejadian ini, Am langsung berlari membangunkan orang tuanya, Stenly dan Nofke. Keduanya lalu ke dapur dan mendapati dada kiri korban berdarah.

Stenly kemudian menolong korban sambil meminta Am untuk memanggil orang tua korban, yang rumahnya berdekatan. Tak lama, ibu korban mendatangi dapur dan melihat sang anak mulai kejang-kejang sambil terus menangis. Korban lalu dibawa oleh orang tuanya ke RSUD Noongan menggunakan sepeda motor.

Sayangnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya di tengah perjalanan menuju rumah sakit. Hal ini diperkuat dengan keterangan dari dokter jaga di RSUD Noongan, dr. Dena Longkutoy. Diterangkannya, korban saat tiba di rumah sakit dalam keadaan telah meninggal dunia.

Kapolres Minahasa, AKBP Syamsubair melalui Kasubbag Humas, AKP Hilman Rohendi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Keterangan dari Stenly, pada Rabu (24/05) malam, ia menggunakan senapan angin tersebut untuk menembak tikus,” ujarnya.

Sekitar pukul 23.30 WITA, lanjut Kasubbag Humas, Stenly pulang kemudian menggantung senapan angin di dinding dapur. “Dia (Stenly) tidak menyadari kalau senapan angin tersebut masih terisi peluru dan tidak mengeluarkannya serta tidak mengunci pelatuk,” tambahnya.

Senapan angin selanjutnya diamankan sebagai barang bukti. “Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Kasus ini dalam penanganan lebih lanjut,” terangnya. “Orang tua diimbau agar berhati-hati saat menyimpan benda berbahaya, simpanlah di tempat yang aman. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Kasubbag Humas.

Penulis: Roni
Editor: Umi Fadilah
Publish: Pri

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password