Gunakan Pendekatan Humanis, Cara Ampuh Polisi di Takalar Tertibkan Pedagang Kaki Lima

Tribratanews.polri.go.id – Takalar Sulsel, Wakapolsek Pattallassang M. Natsir bersama Kasubbag Humas Polres Takalar AKP Makmur Nur memberi himbauan secara humanis kepada para pedagang kaki lima di depan Mesjid Agung Kab. Takalar, Jumat (26/05/17).

Pedagang didepan mesjid Agung Takalar dihimbau untuk tidak menjual barang dagangannya di pelataraan mesjid sebagaimana hasil musyawarah panitia dan pengurus Mesjid Agung Kab.Takalar beberapa waktu lalu dan telah di sepakati dengan aparat keamanan untuk penertibannya, guna kebersihan dan keindahan depan Mesjid.

Menjelang Ramadhan biasanya para pedagang memanfaatkan pelataran mesjid untuk berdagang baik siang maupun malam hari sehingga di butuhkan kerjasama pengurus mesjid, Pemerinta dan Aparat untuk menertibkan aktifitas perdagangan di depan Mesjid dan menentukan satu lokasi yang khusus bagi pedangang.

Sebuah hal yang ironis. Keberadaan pedagang kaki lima bukanlah karena diundang oleh pemerintah dan juga warga kota. Mereka datang sendiri dengan kemauan sendiri.

Mereka kemudian menguasai banyak area yang tidak semestinya mereka pergunakan. Pedagang kaki lima cenderung bersifat egois dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Mereka menjadi masalah bagi kota ini.

Ketika ditertibkan, mereka meminta dicarikan solusi bagi kehidupan mereka. Padahal bukan tugas pemerintah daerah mencarikan solusi bagi permasalahan mereka. Pedagang kaki lima harus menemukan solusi pemecahan masalah kehidupannya sendiri, yang harus dengan syarat “Tanpa melanggar aturan yang ada”.

Oleh karena itu, sebenarnya solusi bagi permasalahan pedagang kaki lima di kota-kota adalah dua hal.

  1. Pemerintah harus menegakkan aturan yang ada

Hukum dan aturan dibuat untuk menjamin ketertiban di masyarakat. Hukum dan aturan berlaku pada setiap orang dan tidak bisa tebang pilih. Kalau semua warga Bogor harus mematuhi peraturan yang ada, maka pedagang kaki lima pun harus mematuhinya. Tidak ada terkecuali.

Pemerintah harus menjalankan fungsinya dalam penegakkan hukum.

  1. Pedagang kaki lima harus mematuhi aturan yang ada

Sebagai anggota dari kota Bogor, pedagang kaki lima harus menyadari bahwa mereka harus mematuhi aturan yang ada. Demi ketertiban dan kenyamanan bersama.

Alasan perut dan kebutuhan hidup tidak bisa selalu dikemukakan karena semua warga Bogor lainnya juga mencari nafkah. Mereka harus menyadari bahwa mencari nafkah tidak berarti boleh merugikan orang lain dengan memakai fasilitas umum dan badan jalan.

Hanya itu solusinya. Memikirkan solusi masalah kaki lima dengan membuat penampungan dan pasar baru hanya akan bersifat sementara saja. Justru hal tersebut akan semakin mengundang pedagang kaki lima baru untuk melakukan hal yang sama di kota Bogor. Toh, kalau nanti mereka ditertibkan, maka mereka bisa meminta pemerintah mencarikan solusi bagi mereka.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password