Perkuat Koordinasi Jelang Ramadhan, Kapolda Sulsel Hadiri High Level Meeting TPID

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memperkuat koordinasi dan meredam inflasi mengantisipasi kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Jumat (26/05/17) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel.

High Level Meeting TPID, di gelar bersama Pemerintah Provinsi Sulsel, Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Instansi lainnya dan juga dihadiri oleh Gubernur dan Wagub Sulsel, Sekda, Ketua DPRD, Pangdam, Kajati, Pangkoops AU II, Danlantamal VI dan Pangkosek.

Pelaksana tugas (Plt) Sekda Provinsi Sulsel  H.Abd. Latif, M.Si, MM dan juga selaku Ketua TPID Provinsi Sulsel, mengatakan harga yang terjangkau bagi masyarakat merupakan hal terpenting dalam perekonomian suatu wilayah. Untuk mencapai kestabilan harga maka dibutuhkan upaya untuk menjaga stabilitas inflasi Sulsel.

“Inflasi sulsel 4,16 % di bawah inflasi nasional 4,17%, kita hadapi tekanan inflasi sulsel, dengan produktifitas cabe rawit dan produk lainnya, Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan produktivitas pertanian yang didukung infrastruktur pertanian yang baik, kemudian dibutuhkan ketersediaan infrastruktur yang memadai untuk proses distribusi dan tata niaga perdagangan pangan didaerah masih perlu perbaikan, mengingat tidak tersedianya informasi terkait jalur distribusi dan komoditas pangan disetiap Kabupaten/Kota,” jelas Latif.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, mengatakan, menjaga stabilitas harga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan segenap komponen masyarakat.

“Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi terutama menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang historis mengalami tekanan inflasi dibandingkan dengan periode lainnya,” katanya.

Inflasi sulsel cukup baik, karena didukung 10 komoditas penyumbang inflasi antara lain cabe, bandeng, ayam ras, bawang merah, dan lain lain, tidak hanya itu tarif listrik, cabe rawit, biaya perpanjangan STNK, merupakan penyumbang terbesar inflasi di Sulsel sampai April 2017,” lanjutnya.

Disamping itu, beberapa kegiatan yang sudah dilakukan dalam mengantisipasi kenaikan harga selama Ramadhan di 2016 adalah inpeksi mendadak (sidak) pasar, pasar murah, operasi pasar, mengarahkan ekspektasi masyarakat, membentuk Pos Pengaduan yang menampung keluhan Masyarakat, pengendalian tarif angkutan darat, kerjasama daerah surplus dan defisit, dan menghimbau masyarakat, bijak berbelanja.

“Kedepan kami berharap agar koordinasi yang telah berjalan dengan baik ini dapat terus kita tingkatkan,” pungkasnya.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password