Kapolres Sinjai Sambangi Rumah Korban Kasus Pembunuhan

PicsArt_05-25-04.02.15

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel,  Kepala Kepolisian Resort Sinjai (AKBP) Ardiansyah didampingi Kapolsek Tellulimpoe Akp Ilyas dan bersama personil Polres Sinjai menyambangi rumah duka keluarga almarhum Jamaluddin Bin Dottoro di Dusun Batu Santun, Desa Era Baru, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai, Kamis (25/05) pagi.

Almarhum Jamaluddin Bin Dottoro merupakan korban meninggal dunia dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Dusun Batu Santun, Desa Era Baru, Kecamatan Tellu Limpoe, Rabu (24/05) pukul 20.00 Wita.

Kapolres Sinjai, menyatakan rasa turut berduka cita atas meninggalnya korban, dan Saya mewakili segenap jajaran Polres Sinjai menyatakan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Jamaluddin Bin Dottoro. Kami senantiasa mendoakan agar korban mendapat tempat yang layak dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Imbuhnya.

Untuk penanganan kasusnya, Kapolres Sinjai menegaskan bahwa Polres Sinjai dan jajaran sangat seriusi dan mengatensi proses hukum atas tindak pidana, dan pelaku yang juga mengalami luka serius dan saat ini telah dirujuk ke rumah sakit pelamonia makassar untuk mendapatkan perawatan dan dikawal 2 (dua) orang personil Polres Sinjai demi keamanan dan sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini membuktikan bahwa kami tidak pernah main-main dalam penanganan kasus tindak pidana yang terjadi di masyarakat,” tegas Kapolres.

Kedatangan Kapolres Sinjai AKBP Ardiansyah kerumah duka selain untuk berbela sungkawa sekaligus untuk memberikan tali Asih kepada istri dan anak korban sebagi wujud kepedulian Polres Sinjai terhadap apa yang menimpa korban.

Selain itu, Kapolres Sinjai juga menghimbau masyarakat yang ada di Dusun Batu Santun, Desa Era Baru dan sekitarnya untuk menahan diri, percayakan penanganan kasus ini pada Polisi. Kami berkomitmen akan memproses tersangka sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkas Kapolres.

Kenapa Orang Tega Membunuh? Betapa mengerikannya, bagaimana mungkin seseorang tega membunuh orang lain dengan begitu keji. Seolah sudah tidak ada rasa takut, hingga orang berani mengahabisi nyawa orang lain. Lalu apa motivasi dan penyebab hingga orang tega membunuh? Tentunya banyak motif hingga seseorang tega membunuh orang lain.

Dalam Islam sendiri membunuh manusia dengan tanpa alasan yang dibenarkan syariat merupakan dosa besar. Allah Subhanahu wa Taala telah melarang dengan firman-Nya:

Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. (al-Isra/17:33).

Bukan sekedar dosa besar, bahkan membunuh jiwa manusia dengan tanpa haq (tanpa alasan yan dibenarkan syariat) termasuk dosa-dosa besar yang bisa membinasakan, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahîh :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan!” Mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah itu?” Beliau Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina”. (HR al-Bukhari, no. 2615, 6465; Muslim, no. 89).

Dari sisi psikologis hingga kenapa orang begitu berani mengahabisi nyawa korbannya yakni diurutan pertama adanya pribadi yang terlalu obsesif , pada kondisi ini boleh dibilang biasanya dialami oleh orang-orang yang belum dewasa dan butuh perhatian lebih. Sehingga ketika mereka kehilangan rasa cinta dan kasih sayang, maka dalam pikirannya kekerasan adalah jalan terakhir untuk menyudahi semuanya.

Mereka yang terlalu Agresif juga sangat berisiko melakukan tindakan kekerasan juga pembunuhan. Seolah-olah tak ada rasa takut dalam diri mereka. Orang dengan sifat agresif cenderung spontan dan berani. Orang-orang tipe ini mudah terpancing dalam kemarahan, sehingga tak segan untuk melakukan tindakan kekerasan pada orang lain.

Orang yang Tertutup juga berbahaya. Orang dengan tipe tertutup boleh dibilang jarang berinteraksi dengan orang lain, sehingga ketika mereka kesal akan sesuatu hanya akan dipendam seorang diri. Bahayanya kemarahan yang menumpuk bisa saja meledak ketika masalah besar yang dia hadapi sudah menemui jalan buntu. Kadang kondisi demikian memaksa orang untuk berbuat kekerasan pada orang lain.

Menjadi pendendam, juga dapat memunculkan berbagai persoalan baru dikemudian hari. Ketika dia merasa disakiti maka dia dapat membalas rasa sakit hai itu dengan sesuatu yang lebih kejam dari apa yang dia alami.

Rasa Trauma yang mendalam juga dapat menyebabkan terjadi tindak kekerasan dan pembunuhan. Pengalaman-pengalam buruk dimasa lampau membuat seseorang berusaha melindungi dirinya sendiri dari hal-hal buruk yang dia anggap dapat hadir kembali di kehidupannya.

Itulah beberapa kondisi psikososial yang sangat mungkin mempengaruhi seseorang hingga akhirnya tega membunuh orang lain di sekitar mereka. Tentunya masih banyak motif pembunuhan lain. Bahkan motif politik, SARA, faktor ekonomi pun bisa menjadi faktor tindak kekerasan hingga pembunuhan, belum juga termasuk berbagai persoalam kehidupan yang bisa menjadi pemicu begitu entengnya orang tanpa rasa takut untuk membunuh sesamanya.

Penulis : Sumarwan

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Sumarwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password