Hari Kedua Jabat Kapolres Sinjai, AKBP Ardiansyah Sidak Rutan

Tribratanews.polri.go.id – Sinjai Sulsel,  Kepala Kepolisian Resor Sinjai, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ardiansyah, melakukan inspeksi mendadak (sidak) kontrol ruang tahanan Polres Sinjai dihari libur, didampingi Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Brigadir Polisi Kepala Basrum dan piket provos Brigadir Ilham Rosman serta petugas jaga tahanan.

Selain mengontrol ruang tahanan, Kapolres Sinjai juga mengecek kesiapsiagaan petugas yang melaksanakan tugas jaga tahanan serta berinteraksi langsung dengan para tahanan, menanyakan tentang keadaan kesehatan mereka.

Kapolres Sinjai memeriksa setiap ruang tahanan untuk mengantisipasi adanya barang-barang atau benda yang dilarang masuk, melihat kebersihan ruang tahanan dan memeriksa terali besi ventilasi ruang tahanan untuk memastikan terali-terali masih terpasang dan tidak ada gangguan keamanannya.

Kegiatan Kapolres Sinjai tersebut merupakan kegiatan diawal tugasnya sebagai Kapolres Sinjai setelah pisah sambut kemarin Rabu (24/05), yang merupakan sebagai sarana kontrol pimpinan terhadap bawahan.

Selain itu apabila ada kendala atau hal-hal yang perlu tindakan segera, maka saat itu juga Kapolres Sinjai bisa langsung memutuskan.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Sinjai menekankan kepada petugas jaga tahanan untuk selalu waspada, mengecek kontrol tahanan setiap saat dan jaga kebersihan serta perhatikan makan dan olahraga tahanan sehingga para tahanan tidak berpikiran macam-macam selama ditahan.

Selain itu, Kapolres Sinjai mengingatkan kepada petugas jaga tahanan agar dalam bertugas tidak boleh menggunakan baju kaos harus menggunakan gampol sesuai ketentuan karena hal itu menandakan kesiapan kita dalam bertugas.

Sidak yang dilakukan Kapolres Sinjai merupakan bentuk antisipasi terhadap situasi dimana belakangan ini banyak terjadi peristiwa tahanan kabur.

Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala memaparkan ada dua faktor yang menyebabkan tahanan nekat melarikan diri dari sel.

Pertama ada unsur lalai didalam penjagaan, tidak adanya kerja sama antar petugas untuk berjaga dan yang kedua adalah fasilitas yang buruk.

Dia menambahkan, faktor pertama adalah yang paling berbahaya. Dengan adanya kelalaian dalam bertugas ketika sedang berjaga malam, mampu mencoreng institusi pertahanan negara dalam mengawasi tahanan.

Adrianus juga meminta pihak kepolisian memperbaiki fasilitas tahanan agar tidak lagi kebobolan.

Kasus tahanan kabur menjadi tantangan bagi kepolisian. Kasus seperti ini menjadi persoalan klasik, terutama di polsek-polsek dengan struktur tahanan tidak berstandar. Sarana yang tak memadai lagi-lagi menjadi faktornya.

Hal ini juga disampaikan Kapolri Tito Karnavian tentang pentingnya evaluasi dua faktor itu. Ia mengatakan, evaluasi terkait tahanan kabur mencakup tentang kelayakan gedung yang digunakan untuk rutan dan petugas keamanannya.

Diakuinya, rutan di Indonesia belum semuanya dikatakan laik. Banyak rutan yang memang membutuhkan rehabilitasi karena faktor usia.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

Publish : Sumarwan

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password