Selama Ramadan Hiburan  Malam ,  Diskotik, Karaoke Tidak Diperbolehkan Beroperasi di Kota Kediri

Tribratanews.polri.go.id – Polresta Kediri -Rapat koordinasi menjelang bulan suci Ramadan dilaksanakan di Ponpes Lirboyo Kota Kediri  tepatnya  kediaman KH Ahmad Kafabihi Mahrus  Ketua MUI Kota Kediri , Rabu malam (24/5) . Hadir dalam kegiatan ini jajaran Muspida Kota Kediri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan PHRI serta perwakilan pengelola hiburan.

Dalam pertemuan tersebut dilakukan beberapa kesepakatan terkait kegiatan masyarakat di bulan Ramadan 2017 yang akan  menjadi dasar dalam pembuatan  Perwali oleh Walikota Kota Kediri.

Beberapa hasil  rapat koordinasi antara lain bagi pengusaha rumah makan, restoran, warung makan, cafe dan resto dan sejenisnya diperbolehkan buka siang hari namun  menutup daganganya dengan tabir  agar tidak tampak mencolok.

“Selain itu selama bulan suci Ramadan kegiatan hiburan malam seperti diskotik, karaoke, pub, klub malam dan sejenisnya tidak diperbolehkan operasi/ tutup.Operasional bioskop dilaksanakan pukul 20.30 – 24.00 WIB. Usaha bilyar dilaksanakan pukul 08.00 – 16.00 WIB,” kata Kasubag Humas Polresta Kediri AKP Anwar Iskandar.

Masih menurut AKP Anwar Iskandar ,  usaha warnet, game online, playstation dan usaha sejenisnya dibuka mulai pukul 20.30 s/d 24.00 wib.Usaha pijat,  terapis kesehatan dilaksanakan mulai 20.30 s/d 24.00 wib, namun tetap mendapatkan pengawasan dari instansi terkait.

“ Disepakati pula pemilik toko dan kios dilarang memproduksi, memperdagangkan dan menyembunyikan petasan dan benda benda lainya. Pengeras suara setelah pukul 22.00 WIB, sebaiknya hanya boleh digunakan di dalam masjid / mushola dengan sound system yang lebih kecil dan dapat di gunakan kembali 90 menit sebelum solat subuh,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah usai rapat koordinasi  Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan hasil rapat koordinasi  ini akan di buat acuan untuk pembuatan peraturan walikota.

“Rapat koordinasi yang melibatkan semua pihak ini dalam rangka menjaga kondisifitas di Kota Kediri selama bulan Suci .ramadan  Situasi wilayah Kota Kediri sangat kondusif sehingga kita harus bisa menjaga kerukunan hidup antar umat beragama dan menjadikan Pancasila sebagai dasar NKRI dan apabila ada yang ingin merubah maka silahkan hidup diluar negara RI bahkan instruksi Presiden bila perlu mereka yang tidak mengakui pancasila kita gebuk,” kata Abdullah Abu Bakar.

Sementara itu Kapolresta  Kediri AKBP Anthon Haryadi , S.IK, M.H yang juga hadir menyampaikan beberapa hal terkait persiapan bulan suci Ramadan yang dilakukan Polresta Kediri.

“ Polresta Kediri telah melakukan operasi miras dan akan kita musnahkan menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadan. Saat ini telah berlangsung operasi penyakit masyarakat. Terkait perwali agar dibuatkan sanksi tertulis bagi yang melanggar. Peraturan Walikota agar di buat secara rinci dan di perjelas agar tidak terjadi kerancuan pengertian/ salah tafsir,” kata AKBP Anthon

Masih menurut AKBP Anthon  agar Perwali  ditambahkan pula   tentang miras dan petasan serta melakukan penempelan perwali dilokasi tempat hiburan saat bulan suci Ramadhan 2017 agar bisa di baca langsung oleh pengunjung tempat hiburan. (aro | res) Fotografer : Bripka Budi P | Humas

POLRESTA KEDIRI

Penulis : Didik
Editor : UMI FADILAH
Publis : Didik

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password