Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto Hadiri Pertemuan SOMTC ASEAN di Laos

Tribratanews.polri.go.id – Mabes Polri. Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, menghadiri pertemuan ke-17 Senior Official’s Meeting on Transnational Crime (SOMTC) ASEAN, yang digelar di Laos, pada Rabu, 24 Mei 2017.

IMG-20170524-WA0060Pertemuan itu digelar guna membahas isu-isu kejahatan kontemporer, yang meliputi counter-terrorism, cyber crime, trafficking in person, illicit drugs trafficking, money laundering, arms smuggling, sea piracy, international economic crime, wildlife and timber trafficking, people smuggling, dan illegal fishing.

“Pertemuan ke-17 ini untuk membahas isu-isu kejahatan transnasional yang terjadi di ASEAN, umumnya di dunia. Menjadi penting karena akhir-akhir ini sidikat kejahatan lintas negara justru semakin berani menampakkan dirinya,” ungkap Komjen Ari Dono Sukmanto usai pembukaan SOMTC di Laos.

Dalam pertemuan itu, Komjen Ari Dono Sukmanto selaku perwakilan dari Indonesia, dihadapan para delegasi SOMTC melaporkan temuan dan perkembangan terbaru terkait kejahatan lintas negara yang telah dilakukan sepanjang 2016 lalu.

“Pembahasan itu meliputi tren, modus operandi, tata cara penanggulangan, maupun evaluasi kerja sama di kawasan ASEAN dengan mitra dialog,” papar Ari.

Selain itu, Komjen Ari Dono Sukmanto juga memaparkan pencapaian Indonesia selama menjadi Ketua SOMTC ke-16 sepanjang 2016. “Mulai dari satgas ASEAN Convention Against Trafficking in Persons, Especially Women and Children (ACTIP) yang sudah mulai bertugas sejak Marert 2017,” jelas Komjen Ari Dono Sukmanto.

Tak hanya itu, ada juga Adoption of the New ASEAN Plan of Action in Combating Transnational Crime, Adoption of the Terms of Reference (TOR) of the ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC), Revisi Trafficking in Person (TIP) Component of the SOMTC Work Programme 2016-2018, Kesepakatan dan penguatan dari SOMTC Working Group on Arms Smuggling, Kesepakatan dan penguatan dari SOMTC Working Group on Illicit Trafficking of Wildlife and Timber, Adoption of ASEAN-AAPTIP Work Plan 2016-2017, Updating on ASEAN Comprehensive Plan of Action on Counter-terrorism, Continued discussion on the Proposal on Expanding Sea Piracy to Non-Traditional Maritime Security Issues or Crimes, Draft Guiding Criteria on Engaging External Parties for the AMMTC.

Komjen Ari Dono Sukmanto memaparkan, setidaknya di sisi lain juga sudah dilakukan lima workshop, satu pertemuan konsultasi dengan AICHR telah dilakukan terkait dengan isu TIP dan implementasi ACTIP dan APA.

“Juga konfrensi terkait perdagangan manusia dan perbudakan terhadap pekerja di industry perikanan serta seminar terkait perdagangan manusia yang menjadikan lelaki sebagai salah satu korbannya,” ujar Komjen Ari Dono Sukmanto.

Baca juga: Kunjungan Kadivhumas Polri ke NET TV : Waspada Radikalisme

Lalu terkait dengan kejahatan dunia maya, ASEAN Plus Three Workshop on cybercrime dalam 4th Senior Officials Roundtable on Cybercrime dan proyek peningkatan kapasitas siber. Kursus penanggulangan terorisme melalui jejaring dunia maya yang digelar di Moskow lalu The ASEAN-Japan Cybercrime Dialogue yang digelar di Malaysia. The Second ASEAN Workshop on International Economic Crime di Singapura. Dan di bidang penanggulangan terorisme, ASEAN-Japan Counter Terrorism Dialogue di Kuala Lumpur.

Baca juga: Universitas Bina Darma Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme

“Rencananya, dokumen-dokumen itu akan diadopsi dalam pertemuan AMMTC di tahun ini. Serta diharapkan agar AMMTC dapat menyetujui hasil yang telah disepakati SOMTC dalam rekomendasi pembentukan Working Group on Arms Smuggling dan Working Group on Combating Illicit Timber and Wild Life,” pungkas Komjen Ari Dono Sukmanto.

Editor : Umi Fadilah

Publish: Alam / Veri

Sumber : Beritacenter.COM

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password