Kapolda Sulsel Tanam Pohon Lontara di Pemecahan Muri Kodam XIV, Tanaman Sarat Sejarah dan Filosofi

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Pohon lontar atu yang lazim disebut Siwalan adalah sejenis palma (Palmae atau Arecaceae) atau dalam Bahasa Latin Borassus flabellifer. Pohon lontar bagi masyarakat Sulawesi khususnya Sulawesi Selatan memiliki pemaknaan filosofi dan perjalanan sejarah yang panjang.

Kodam XIV hari ini, Rabu (24/05) berhasil memecahkan rekor Muri dengan menanam 20.048 pohon secara serentak, ini sekaligus menyambut hari jadi Kodam XIV Hasanuddin yang ke-60.

Dua Piagam rekor Muri yang diberikan yakni kepada Kodam XIV Hasanuddin yang dengan mengerahkan prajurit dan personilnya berhasil menanam ribuan pohon lontara dan kepada Pangdam XIV Mayjend TNI Agus Surya Bakti sebagai pemrakarsa. Penanaman pohon lontara yang juga merupakan simbol Kodam XIV bukan merupakan suatu kebetulan.

Turut hadir di acara tersebut Kapolda Sulsel, Ketua DPRD Sulsel, Pangkosek Hanudnas II Makassar, Asisten III Prov Sulsel dan perwakilan unsur Forkompimda lainnya. Para tamu juga berkesempatan menanam pohon lontar di pelataran depan Kodam XIV dan menyaksikan melalui vicon penanaman serentak di Korem dan Kodim Jajaran.

Menurut Perwira Ahli Pangdam bidang Hukum dan Humaniter Kolonel Inf Andi Suyuti sebagai koordinator pelaksanaan penanaman, bahwa penanaman pohon Lontara ini diharapkan akan tercatat dalam Rekor Muri.

“Mengingat baru pertama kali dilakukan penanaman pohon Lontara sebanyak itu di seluruh wilayah Kodam XIV/Hasanuddin dalam waktu bersamaan,” ujar suyuti sebagai ketua pelaksana.

Mayjend Agus SB dalam sambutannya menegaskan ada banyak filosofi yang dapat dipetik dari pohon Lontar, pohon lontar dapat dimanfaatkan seluruh bagian pohonnya, selain itu pohon lontar juga dapat hidup dimana saja.

Demikianlah seluruh personel Kodam XIV Hasanuddin, seluruh perbuatan ucapan dan apa saja yang dikerjakannya harus bermanfaat dan dapat bertahan hidup disegala situasi, damai ataupun perang susah ataupun senang,” ucap Agus.

Asisten III pemprov Sulsel yang membacakan sambutan gubernur juga menambahkan bahwa pohon Lontara juga merupakan simbol kejantanan bagi masyarakat Sulawesi, Makassar Khususnya.

Hal ini diamini oleh kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani “Iya benar bahkan ada beberapa daerah yang penamaannya diambil seturut nama pohon ini,” ujar Dicky.

Pohon lontara yang tersebar dikawasan Asia Tenggara bagi masyarakat Makassar dikenal dengan nama Talla adalah pohon kebanggaan Masyarakat Sulsel, mereka percaya dimana ada pepohonan Talla berkembang biak berarti pernah menjadi bagian dari kerajaan Gowa atau pernah menjalin persahabatan.

Pohon lontara dalam sejarah Sulsel juga menjadi sumber sejarah yakni epos La Galigo, merupakan epos milik Indonesia yang tak kalah hebatnya dengan epos Mahabarata dan Ramayana dari India.

Diyakini inilah epos terpanjang di dunia. Sinopsisnya saja memakan 2851 halaman folio. Konon, naskah aslinya mencapai 300 ribu baris. Dibagi dua bagian, pertama penciptaan langit dan bumi serta Raja-raja bugis, bagian ini tidak dapat dibaca sembarang orang dan bagian kedua mengenai Sawerigading dan putranya I La Galigo.

Di Sulsel sendiri pemanfaatan Lontar sudah sangat lazim dijumpai, dari daunnya untuk atap rumah, sadapan nira untuk pembuatan gula dan buahnya yang dapat dikonsumsi langsung. Selain itu salah satu warisan budaya musik Indonesia yang terkenal yakni Sasando.

Untuk itulah pentingnya penanaman pohon lontara selain sebagai wujud pelestarian ekosistem alam juga sebagi pengingat sejarah kebesaran dan pemaknaan filosofi terkandung. Demi terbentuknya kepribadian masyarakat yang berkarakter di Sulawesi Khususnya Sulawesi Selatan.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

Admin Polri55911 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password