Polres Banyuwangi Ungkap 23 Kasus Narkoba

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jawa Timur, Sepanjang  Periode April – Mei 2017, Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuwangi tangani 23 kasus melibatkan 30 tersangka narkoba dengan barang bukti  18,19 gram sabu-sabu dan 6.651 butir pil Trihexyphenidil. Dari 30 tersangka, 27 diantaranya berjenis laki-laki dan 3 perempuan.

Kasat Narkoba Polres, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra SIK, polisi juga mengamankan sejumlah alat bukti lain berupa 1 paket ganja kering yang telah dikirim ke labfor Polda Jatim, uang tunai Rp 5.549.000, 25 unit HP berbagai merek serta 4 unit roda empat dan 2 unit sepeda motor.

“Untuk barang bukti ganja tidak bisa kita hadirkan karena sudah dikirim ke labfor. Dari 30 tersangka 21 orang telah dititipkan di LP Banyuwangi,” Kasubbag Humas Polre Banyuwnagi AKP Bakin, Selasa (23/5/2017).

23 mei 2017 (4)

Diantara 23 kasus diantaranya melibatkan  Hery Mulyadi alias Talep (36). Saat ditangkap di rumah kontrakannya di Gang Arjuna, Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng pada 10 April 2017, lelaki ini menyimpan 4 paket SS seberat 1,23 gram dalam kemasan pembalut wanita.

“Sebetulnya itu modus lama dalam transaksi narkoba. Cuma di Banyuwangi ini kasus yang pertama,” tukas perwira pertama pengganti AKP Agung Setya Budi.

Della Wulan Antika (20), turut pula menjadi bahasan para wartawan saat mengajukan pertanyaan kepada Kasatnarkoba AKP Ambuka. Wanita asal Dusun Tanjungrejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo tersebut merupakan satu-satunya tersangka wanita yang ikut diperlihatkan kepada awak media. Della dibekuk petugas pada 9 Mei 2017 bersama rekan satu jaringannya, Saji Santoso (30). Adapun lokasi penangkapannya ada di tepi jalan raya Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.

“Status Della ibu rumah tangga biasa. Dia diduga kuat selaku pengguna dan pengedar. Tes urine yang bersangkutan menunjukkan hasil positif,” tegasnya.

Bagi Kasatnarkoba, transaksi sabu sangat mudah dilakukan para pengedar karena kemasannya kecil dan mudah diselipkan ke barang yang lain. Temuan terbaru, ada SS yang diselundupkan ke Bali dengan cara dimasukkan ke dalam buah pepaya. Modus yang dilakukan Hery Mulyadi termasuk diantara peredaran kristal putih yang diselipkan ke barang yang lain.

Mengedarkan pil daftar G justru terbilang susah. Alasannya, bentuk obat yang dijual relatif besar dan butuh tempat yang lebih luas dalam menyimpan. Karena itu transaksi penyalahgunaan obat lebih mudah dideteksi oleh aparat.

Penulis : Ella

Editor   : Umi Fadhilah

Publish : Sholeh hs

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password