Subdit Cyber Crime Dit Krimsus Polda Maluku Kembali Berpacu di Studio RRI 1 Ambon.

Tribratanews.polri.go.id – Polda Maluku, Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku kembali berpacu di Studio 1 RRI Ambon, kali ini yang mewakili Dir krimsus adalah Iptu Piter F. Matahelmual, SH. MH, Jabatan Panit 1 Unit 2 subdit 2 Dit krimsus Polda Maluku, kegiatan Live kali ini dipandu langsung oleh Bung Jojo, Yang berlangsung sore tadi, (23/5/2017).

Berlatar berlakang kehidupan masyarakat sosial yang mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin menjamur dikalangan kehidupan masyarakat umum tanpa mengenal batas usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sehingga banyak terjadi pelanggaran Hukum yang mendominasi di dunia maya. Maka pada kesempatan ini Topik yang diangkat dalam bincang-bincang bersama Polri di Studio 1 RRI Ambon adalah “ PERANAN DIREKTORAT KRIMINAL KHUSUS POLDA MALUKU DALAM PENAGANAN PERKARA CYBER CRIME “.

Dilihat dari pelanggaran Hukum akhir – akhir ini untuk kasus Cyber Crime menurut nara sumber cukup sibnifikan, sehingga dibutuhkan penagan yang cukup ekstra, dan lebih dominan adalah kasus Hujatan Kebencian pada media sosial, mengigat karena pengguna media sosial dalam berkomunikasi melalui dunia maya belum memahami dengan jelas manfaat dari penggunaan media sosial itu sendiri, banyak pengguna media sosial yang mengupdate kalimat – kalimat kebencian terhadap seseorang, sehingga orang tersebut merasa emosi dan kembali saling membalas dengan kalimat yang tidak diinginkan.

Selain itu juga dalam penaganan Kasus Cyber Crime dibutuhkan alat bukti yang cukup misalnya bukti Digital dan Elektronik, dan apabila pihak yang merasa dirugikan dapat melapor langsung ke Pihak Kepolisian terdekat atau bisa langsung ke Direktorat Kriminal Khusus tepatnya di Subdit Cyber Crime. Dijelaskan pula oleh nara sumber bahwa ada juga kasus Porno Grafi yang sementara ditangani, dengan motif pelaku melakukan adegan porno bersama pasanganya, kemudian di Screen Shoot dan di update ke media sosial.

Diakhir dialog narasumber menghimbau kepada para pemirsa bahwa dulunya kita kenal dengan istilah Mulutmu adalah harimaumu, namun saat ini istilah tersebut berubah menjadi jarimu adalah harimaumu. Selain itu juga narasumber menghimbau kepada orang tua agar lebih berhati – hati dalam mengawasi anak yang menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi, karna hal tersebut ketika kita salah menggunakan maka dapat menjerumuskan kita ke rana Hukum. Dan konsekwensinya adalah proses Hukum tetap dijalankan, seperti filosofi Hukum yang berbunyi “ SAMPAI LANGIT RUNTUH, TETAP HUKUM DI TEGAKAN “.

Penulis  : Djafar Lessy
Editor    : Umi Fadilah
Publish  : Rifan Tulak

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password