Waka Polresta Surakarta Hadiri Haul Syaikh Abil Hasan Asy Syaidzili di Masjid Agung Solo

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta – Waka Polresta Surakarta AKBP Andy Ri’fai SIK MH hadiri kegiatan Peringatan Haul Syaikh Abil Hasan Asy-Syadziliy, Haul Sunan Ampel ke 568 (lima ratus enam puluh delapan) dan Haul KH Hilal Adnan ke 12 (dua belas) di Masjid Agung Surakarta, Minggu ( 21/5/2017 ) pukul 20.00 wib.

Kegiatan haul ini diselenggarakan oleh Pagar Nusa Surakarta, Pesantren Masyarakat Ababil, MATAN Surakarta, LESBUMI Surakarta dengan penanggung Jawab acara Gus Burhan Hilal (Ketua Pagar Nusa Kota Surakarta), nampak hadir Gus Amak PP. Tremas. Pacitan, KH. Chaedar Muhaiminan PP. Kyai Parak Bambu Runcing, Azis Temanggung, AKBP Andi Rifai (Wakapolresta Surakarta) mewakili Kapolresta Surakarta, Kasdim 0735 / Surakarta Mayor (Inf) Didin mewakili Komandan Kodim ( Dandim) 0735/Surakarta, Saiful Romadhon mewakili Walikota Surakarta, AKP Suwandi Kapolsek Pasar Kliwon, Kapten Inf. Waluyo Danramil Pasar Kliwon , KH Sofyan Ketua pimpinan Pagar Nusa Jawa Tengah. Tokoh Agama dan tokoh masyarakat Kota Surakarta serta hadir jamaah sekitar 300 orang.

Marilah pada momentum pada malam ini kita bisa meneruskan catatan yang diajarkan oleh Almarhum kakek Hilal jangan sampai hilang, Mbah hilal waktu dulu mengabdi sama kyai-kyai yang di mana ajaran beliau sangat baik harus kita contoh dan sekaligus saya mewakili dari ibu hilal beserta rombongan meminta maaf kepada semuanya di mana seharusnya besuk pagi ibu hilal berangkat umroh ternyata tadi siang sudah berangkat. Akan tetapi saya memilih untuk mengejar umroh besuk pagi jadi saya meminta maaf pada jemaah semuanya, ungkap Gus Burhan Hilal dalam sambutannya sebagai panitia penyelenggara.

AKBP Andi Rifai Wakapolresta Surakarta mewakili Kapolresta Surakarta.
dalam sambutanya, Puji syukur, marilah senantiasa kita haturkan Kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidyah-Nya, kita bisa berkumpul dalam acara haul ini dalam kondisi sehat wal afiat. Bapak dan ibu pertama tama saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak kapolresta yang mana pada malam ini tidak bisa hadir karena menghadiri undangan. pada malam ini tentu saja harapan kepada semuanya di pagar nusa bisa slalu memelihara kebinekaan kesatuan ini. Dalam ini ada isu-isu dan hasutan dan apabila didalam dada kita tidak ada rasa merah putih akan hancurlah negara ini, apa yang ditunjukan oleh pagar nusa ini memang luar biasa dan saya berharap bela diri ini jangan untuk mecari musuh antar sesama akan tetapi bela diri ini untuk menjaga kesatuan NKRI. Mari kita bulatkan tekat kita untuk menjaga NKRI ini. Kita tidak akan menjadi negara maju kalau kita sering bermusuhan antar sesama. Kapolresta berpesan terus tingkatkan sinergritas kepada TNI dan POLRI sehingga persatuan dan kesatuan bangsa ini semakin kokoh. Mari kita membawa Negara ini menjadi yang sukses. Bapak kapolresta juga berpesan agar rekan-rekan di Pagar Nusa ini selalu menjaga kemanan dan kenyamanan dikehidupan bermasyarakat khususnya di wilayah Surakarta ini.

Kasdim 0735/Surakarta Mayor (Inf) Didin mewakili Dandim menyampaikan kami hanya menambahkan apa yang di sampaikan bapak Wakapolresta Surakarta. Kami mengingatkan bahwa Negara Indonesia ini kita perjuangkan sejak dari dulu yang dimana yang dominan kita perjuangkan adalah umat islam dan kita sebagai generasi penerus wajib menjaga NKRI yang kita cintai ini dengan rasa tanggung jawab. Apa yang ditunjukkan Pagar Nusa ini adalah bela diri yang sangat hebat semoga dengan bela diri ini kita bisa menjadikan contoh yang baik dalam masyarakat dan sebagai arah kebaikan dalam keluarga, dalam bermasyarakat diwilayah kota solo maupun kota yang lainnya.sehingga pagar nusa namanya selalu baik. Dan bapak Dandim bepesan semoga kita bisa menjaga persatuan dan keaatuan bangsa ini dengan baik.

Saiful Romadhon mewakili Walikota Surakarta menyampaikan bahwa dalam rangka hari Kebangkitan Nasional, hadirin yang berbahagia ulama berkewajiban harus menyampaikan yang menyimpang kepada masyarakat maupun yang menyimpang pada kerusakan lingkungan hidup. Berkaitan pengajian akbar pada malam ini saya sangat menghormati Mbah Hilal beliau yang menjadi suri tauladan bagi kita semua. Mari kita introspeksi diri dalam kehidupan sehari hari. Semoga dalam pengajian akbar pada malam hari ini kita bisa terhindar dari bencana dan mara bahaya apapun. Solo merupakan kota religius yang mana sering dilakukan pengajian-pengajian. Mari kita menjaga kota Solo ini agar tercipta kota yang aman nyaman dan kondusif.

Selama kegiatan berlangsung aman lancar kondusif.

Penulis : Miun Kliwon
Editor   : Umi Fadillah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password