Pelaku Curanmor di Area Kampus STAIN Watampone Dilumpuhkan Resmob Polres Bone

Artikel, Pelaku Curanmor di Area Kampus STAIN Watampone Dilumpuhkan Resmob Polres Bone

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Resmob Polres Bone kembali meringkus pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang beraksi di area parkir Kampus STAIN Watampone Jl. Hos Cokrominoto Watampone, Minggu (21/5/17) sekira pukul 20.00 Wita.

Operasi penangkapan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Akp Hardjoko berhasil menangkap TU alias Tadri (20) warga Dusun Barue, Desa Kadai, Kecamatan Mare Kabupaten Bone.

Ia ditangkap di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Biru Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone karena diduga melakukan curanmor milik Nur Amalia yang terparkir di area kampus STAIN Watampone pada 20 Mei 2017 kemarin.

Saat hendak ditangkap, pelaku yang merupakan mahasiswa disalah satu perguruan tinggi di Watampone ini melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

“Tembakan peringatan ke udara tak digubris pelaku hingga akhirnya anggota mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku di bagian betis kakannya,” ujar Hardjoko.

Dari tangan pelaku, aparat berhasil menyita barang bukti berupa sepeda motor Honda Scoopy warna hitam.

Pelaku yang alami luka tembak tersebut lalu dilarikan ke klinik Bhayangkara Madising untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya di giring ke Polres Bone guna menjalani pemeriksaan dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya

” Pelaku bersama barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Bone untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.” Tutup Hardjoko.

Pelaku atau tersangka berbagai bentuk pencurian, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor) ancaman hukumannya diatur dalam Pasal 362  KUHP tentang Pencurian (Diefstal), berbunyi “Barangsiapa mengambil suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain dengan maksud untuk menguasai benda tersebut secara melawan hukum, maka ia dihukum karena salahnya melakukan pencurian dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau setinggi-tingginya enam puluh rupiah.”

Ciri-ciri pasal ini adalah : merupakan pencurian dalam bentuk pokok (diefstal), merupakan delik formal, dengan adanya perbuatan “mengambil” dan digunakan penafsiran teleologis dengan tujuan melindungi hak milik orang lain.

Beberapa faktor yang mengakibatkan terjadinya pencurian disebabkan banyak hal. Faktor penyebabnya antara lain :

– Faktor ekonomi

Hal ini dialami oleh rakyat kecil yang tidak mampu membeli barang kebutuhannya, seperti sandang, pangan, papan. Alasan mereka mencuri mayoritas adalah karena terpaksa mencuri untuk menghidupi keluarganya.

– Pengangguran

Meningkatnya pengangguran sangat berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang rendah cenderung untuk tidak mempedulikan norma atau kaidah hukum yang berlaku. Oleh karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap, maka pelaku mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

-Tingkat pendidikan rendah

Rendahnya tingkat pendidikan seseorang juga mempengaruhi daya pikir seseorang untuk membuat keputusan dalam bertindak. Bila pendidikan rendah, maka orang akan melakukan kejahatan tanpa memikirkan akibat dari tindakannya tersebut.

– Tidak memiliki penghasilan yang cukup

Hal ini berpengaruh besar karena apabila seseorang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk keluarganya, maka ia akan menghalalkan segala cara untuk menghidupi keluarganya.

– Penyakit

Contohnya adalah kleptomania yang suka mengambil barang milik orang lain walau ia tidak membutuhkannya, hanya sebatas rasa ingin memiliki saja.

Beberapa cara untuk menanggulangi pencurian dapat dilakukan seperti : memberi penyuluhan, meningkatkan keamanan, misalnya pada kendaraan menggunakan alarm, memasang kunci stang, menghindari parkir di tempat sepi, memastikan semua pintu terkunci dan tidak meninggalkan barang berharga dalam mobil.

Pada rumah lebih baik dipasang alarm keamanan, timer yang dapat menyalakan dan mematikan lampu secara otomatis saat tidak ada orang di rumah, memelihara anjing penjaga dan memasang kunci ganda, menggunakan jasa petugas keamanan. Sementara hal yang dapat dilakukan untuk menghindari pencurian pada ATM sebaiknya menggunakan password yang sulit ditebak orang lain.

Penulis : Abu Uwais

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password