Tim Macan Polrestabes Makassar Kembali Meringkus Bandar Ganja di Pondok PB Makassar

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Tim Macan Polrestabes Makassar kembali meringkus seorang pria yang diduga kuat sebagai bandar narkotika jenis ganja, Jumat (19/05/17).

Berdasarkan keterangan ketujuh tersangka yang sebelumnya telah di amankan mengatakan kalau barang haram tersebut di dapat dari lelaki NU alias Ame (29) warga Gowa.

Selanjutya Tim Macan melakukan pengembangan dari hasil pengembangan di ketahui keberadaan pelaku dan berhasil meringkus lelaki NU alias Ame di jalan Muhajirin 3 pondok PB Makassar.

Dari tangan tersangka disita barang bukti narkotika jenis daun ganja   5 Bungkus besar daun Ganja seberat kurang lebih 1 ons, 1 Bungkus Biji Ganja,1 Buah timbangan terigu warna putih yang di gunakan untuk timbang ganja.

Tersangka lelaki NU alias Ame mengatakan barang narkotika jenis daun ganja tersebut di peroleh dari lelaki AR yang beralamat di Provinsi Namru Aceh Darussalam  yang di pesan dan dikirim melalui Kantor pos. Jadi total tujuh (7) pelaku telah di amankan Tim Macan Polrestabes Makassar.

Selanjutnya pelaku bersama barang bukti di bawah ke Polresatabes Makassar guna penyidikan lebih lanjut.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password