Jumpa Pers Penetapan Tersangka Terkait Meninggalnya Taruna Akpol

Tribratanews.polri.go.id – Polda Jateng, Sabtu (20/5) Kapolda Jateng Irjen Pol Drs. Condro Kirono, M.M., M.Hum, bersama Gubernur AKPOL Irjen Pol DR. Anas Yusuf Dipl.Krim, S.H., M.H., M.M., Komisioner Kompolnas Dr. Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., M.Tc, hadir mewakili Kadivpropam Brigjen Pol Drs. Rudolf A. Roja selaku Karoprovos Divpropam Mabes Polri dan Brigjen Pol Drs. Baharuddin Djafar, M.Si selaku Karo Paminal Mabes Polri, Irwasda Polda Jateng Kombes Pol Drs. Budi Susanto, Dirreskrimum Kombes Pol Hery Santoso, SIK dan Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Drs. R. Djarod P. H. Madyoputro, M.H. melaksanakan jumpa pers terkait penetapan 14 tersangka dalam kasus meninggalnya Taruna Akpol atas nama Brigdatar MA.

Kapolda Jateng menyampaikan bahwa “Sebagaimana rekan-rekan ketahui bahwa diawali pada tanggal (17/5) yang lalu pada hari Rabu selesai apel malam jam 22.00 WIB. Sedangkan kejadiannya hari Kamis dini hari (18/5) ada satu Taruna Tingkat 2 Mohammad Adam meninggal dunia diperkirakan pukul 2.30 WIB di rumah sakit, saat itu langsung dibawa ke RS.”

Hasilnya setelah informasi tersebut dilaporkan kepada Kapolda Jateng, pagi hari dari Ditreskrimum Polda Jateng dan Polrestabes Semarang mendatangi TKP kemudian dilakukanlah olah TKP. TKP bertempat di Gudang Flat A Taruna Tingkat 3. Dan selanjutnya juga dilakukan autopsi terhadap korban. Hasil autopsi ditemukan adanya unsur kekersasan di dada, diperkirakan karena benda tumpul di dada. Hasil autopsi yang ke dua juga karena adanya luka yang membuat lemas, jadi tidak bisa bernafas.

“Kejadian itu diawali pada malam Kamis tersebut, Taruna Tingkat 3 memerintahkan Taruna Tingkat 2 untuk berkumpul di Flat A taruna Tingkat 3. Dan hasil olah TKP maupun autopasi serta pemeriksaan saksi-saksi terdiri dari 21 Taruna Tingkat 2 dan 14 Taruna Tingkat 3. Dari hasil pemeriksaan kemudian kita lakukan gelar sebanyak 3 kali. Dari hasil gelar, kita menetapkan tersangka sebanyak 14 orang. Inisial tersangka yang pertama adalah CAS. CAS ini pelaku utama karena pada saat di pukul oleh yang bersangkutan, korban jatuh pingsan. Dilakukan pertolongan memang, namun dibawa ke RS dan meninggal dunia. Selain CAS ada pelaku lain yaitu RLW, GCM, EA, JED, MB, CAE, HA, AKU, GCN, RAP, RK, IZ, dan PDS.” ujar Kapolda Jateng.

Ke 14 tersangka tersebut peraannya berbeda-beda. Jadi ada yang melakukan pemukulan, ada yang memberikan arahan-arahan, dan ada juga 2 orang yang perannya mengawasi jangan sampai perbuatannya diketahui oleh pembina yang ada di Akpol, jadi mengawasi pintu-pintu akses masuk disitu.

Kapolda Jateng menambahkan “Sehingga kepada ke 14 tersangka ini akan dikenakan pasal 170 subsider 351 ayat (3) dan ditentukan pasal 5 dan pasal 56 KUHP. Barang bukti yang telah kita sita ada 1. Antara lain ada gambar disini, ini ada alumunium warna silver ukuran 56 diameter 2 cm. Kemudian ada kunci sepeda, ada sarung tangan, kopel rim, raket badminton juga, dan satu lagi tongkat kayu bulat warna coklat. Termasuk juga tidak kita bawa kesini ada minyak kayu putih, kipas angin, dan obat gosok. Kenapa kok disita, karena memang pada saat jatuh lemas itu untuk menyadarkan, digosok minyak kayuputih dikasih kipas angin dsb. Adapun gudang tersebut berukuran 4 x 8 m.”

WhatsApp Image 2017-05-20 at 23.03.40Seperti yang sudah dijelaskan Kapolda Jateng, Gubernur AKPOL Irjen Pol DR. Anas Yusuf Dipl.Krim, S.H., M.H., M.M., mengatakan bahwa “Pertama tentunya saya selaku Gubernur AKPOL dan segenap Civitas AKPOL sangat menyesalkan tentang peristiwa ini, dan saya selaku Gubernur AKPOL tentunya bertanggung jawab terhadap persoalan ini, apapun konsekuensi yang ada. Yang ke dua, kami juga sekali lagi khususnya kepada orangtua koban Ananda Mohammad Adam yaitu bapak Arsiande Umar dan ibu Nova, kami mohon maaf atas kejadian ini. Dan sudah dijelasakan pimpinan Polri, faktanya tadi juga sudah disampaikan oleh bapak Kapolda untuk dilakukan proses secara hukum dan dengan kehadiran rekan-rekan dari Mabes Polri termasuk dari pengawas eksternal Kompolnas tentunya juga mengevaluasi kira-kira kekurangan apa yang terjadi di AKPOL. khususnya dalam rangka pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Yang jelas kita sudah berupaya maksimal, tetapi tentunya ada kekurangan-kekurangan yang perlu kita benahi. Yang ke tiga saya akan mencoba mengevaluasi untuk kedepannya tentunya dari hasil temuan-temuan kejadian tersebut seperti kumpul korps. Sehingga mungkin perlu kita evaluasi, yang sebenarnya Korps itu bagus dalam rangka untuk meningkatkan pembelajaran, tetapi mungkin disalah gunakan. Intinya bagus, tetapi mungkin ada tindakan yang tidak boleh dilakukan. Dan itu sudah sangat keras kita berulang-ulang menyampaikan kepada Taruna untuk tidak melakukan hal seperti itu.”

Yang akan dievaluasi tentunya juga dari aspek pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan. Khususnya pengasuhan dalam konteks ini tentunya melihat dari aspek pendekatan di dalam lembaga pendidikan baik aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik.

“Dan yang terakhir, dari saya selaku Gubernur Akpol dan segenap Civitas Akpol sekali lagi menyatakan permohonan maaf atas kejadian ini khusunya kepada orang tua, wali, keluarga, saudara yang kebetulan putra putrinya masih ada di AKPOL dan sedang melaksanakan pendidikan, tidak perlu cemas, tidak perlu khawatir. Saya akan lebih meningkatkan pengawasan. Saya yakin dan percaya orangtua pasti khawatir, tetapi saya akan meningkatkan pengawasan dengan adanya kejadian ini.” tutur Gubernur AKPOL.

Adapun dari Pengawas Eksternal Kepolisian yaitu KOMPOLNAS, jadi intinya KOMPOLNAS melihat beberapa hal dari terhadap kejadian ini. Penyidikan yang dilakukan saat ini atau penyelidikan baik yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Jateng ataupun jajaran Itwasum dan Divpropam Mabes Polri itu hanya bagian kecil dari akar permasalahan yang ada, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

“Sebagian besarnya seperti yang disampaikan pak Gubernur AKPOL tadi bahwa memang perlu dilakukan kajian-kajian yang lebih mendalam. Terutama dari temuan-temuan kami memang, fasilitas juga perlu banyak diperbaharui, harus dibangun cluster, dan ditambah juga SDM nya. Dan memang hal ini sedang berjalan tetapi ya kita tahu sendiri bahwa tidak semudah itu kita mau membangun gedung, merobohkan gedung membuat cluster supaya Taruna Tingkat 1 sendiri, Tingkat 2 sendiri, Tingkat 3 sendiri, Tingkat 4 sendiri itu. Memang tidak semudah itu, tetapi upaya-upaya itu sudah jadi bahan tindak lanjut yang akan dilakukan kedepannya agar menjadi sebuah rencana dlm rangka apa yg dikatakan pak gub td, memperbaiki terus kualitas AKPOL.” Ujar Komisioner KOMPOLNAS Dr. Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., M.Tc.

Beliau juga menambahkan “Satu hal yang perlu saya tegaskan bahwa sekali lagi AKPOL sama sekali tidak ada militeristik, saya tegaskan itu. Dua, tidak ada kultur kekerasan. Jadi kalaupun ada yang terjadi semua adalah oknum. Semua diluar dari sistim yang dibangun oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Terimakasih atas tanggapannya terhadap permasalahan ini baik dari jajaran Polda, dari Itwasum, dari Divropam, yang anda sekalian bisa lihat bahwa Polri terhadapp masalah ini begitu terbuka. Sekali lagi POLRI terhadap masalah ini begitu terbuka.”

Penulis : Okta

Penyunting : Umi Fadilah

pengunggah : Wagiman

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password