Prostitusi Di Kab. Tegal Resmi Di Tutup Kapolres, Dandim 0712 Dan Wakil Bupati Tegal Lepas Rombongan Kembali Kedaerahan Asal Eks Lokalisasi

IMG_20170520_095447_227

 

Tribratanews.polri.go.id – Polres Tegal, Upaya pemerintah untuk mewujudkan Indonesia bebas prostitusi tahun 2019 memang tidak main – main kemarin Jumat, 19 Mei 2017 pukul 13:00 WIB Kab. Tegal melalui Wakil Bupati Ibu Umi Azizah meresmikan penutupan secara permanen tempat prostitusi di wilayah Pantura Kab. Tegal.

IMG_20170520_095447_227

Bertempat di Markas Besar Banser Rest Area jl. Raya Pantura Tegal Pemalang Km 11 Rt1/1 Desa Sidaharja Kec. Suradadi Tegal dilaksanakan penertiban dan penyerahan bantuan bagi Eks Penghuni Lokalisasi Prostitusi Kab. Tegal yang kurang lebih dihadiri oleh 1000 orang.

Kegiatan tersebut nampak dihadiri oleh Kapolres Tegal AKBP Heru Sutopo SH SIK beserta para Kapolsek Jajaran Pantura, kemudian nampak pula :
a. Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna Susila (RSTS) dan Korban Perdagangan Orang (KPO) Kementrian Sosial : DR. Soni W. Manalu, M.Si (Mewakili Menteri Sosial)
b. Forkompinda Kab.Tegal
c. Asisten I, II dan III Sekda Kab.Tegal
d. Kepala OPD Sekabupaten Tegal
e. Muspika Kec. Suradadi
f. Muspika Kec. Kramat
g. Muspika Muspika Kec.Warureja
h. Danramil Sekabupaten Tegal
i. Kapolsek Sekabupaten Tegal
j. Kepala Bagian Se Sekretariat daerah Kab.Tegal
k. Kepala Bank BRI Cab Slawi
l. Kepala Bank Mandiri Cab.Tegal
m. PKH (Program Keluarga Harapan) Sekabupaten Tegal
n. Kepala Desa Sidaharja Kepala Desa Maribaya, Kepala Desa Kramat, Kepala Desa Munjungagung
o. Tokoh Masyarakat,Tokoh Agama,Tokoh Pemuda dan Ormas
p. Ketua PKK Kab.Tegal
q. Ketua Dharma Wanita Kab.Tegal
r. PSK/WTS Peleman, Gang Sempit (GS) ,Wandan -+ 144 orang

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan dengan laporan panitia penyelenggara dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan

Dalam Laporannya Kepala dinas Sosial Kab Tegal Nurhayati memaparkan sebagai berikut :
a. Jumlah penerima bantuan dari Kemensos yang telah diverifikasi sebanyak 259 orang.
b. Tahapan kegiatan : penyiapan anggaran dari awal, pembekalan, sosialisasi dan penertiban. Bekerjasama dengan Kemensos disamping dana dari kemensos kita juga menyelenggarakan pelatihan.
c. Maksud dan tujuan mencegah lebih lanjut ketertibdasan kaum oerempuan dsn meni gjatkan harkat dan martabat sesuai kodratnya dan menciptakan suasana kondusif. Meningkatkan kualitas eks PSK. Meningkatkan kualitas wanita dan mencegah timbulnya masalah sosial baru.
d. Sasaran data awal 423 orang peleman 208 Orang, Gang Sempit (GS) 39 orang, wandan 113 orang dan sisanya di turunan 54 orang. Berdasarkan wilayah dari Jateng 287 orang dan luar jawa 136 orang PSK. Sedangkan untuk penerima bantuan yang telah diverifikasi sebanyak 259 mendapatkan bantuan sebesar Rp 5.500.000 per orang. Anggaran yang disiapkan sebanyak Rp 1,4 M untuk penyaluran dan BOP LSM pendamping.

Kemudian Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemberian bantuan dari direktur RSTS dan KPO kepada ketua LKS Pelita. Dan MoU antara panti PSKW dengan Wakil Bupati Tegal selanjutnya Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dari Kementrian Sosial kepada Wakil Bupati Tegal dan dilanjutkan kepada LKS dan dari LKS kepada eks PSK dalam bentuk rekening BRI. Selanjutnya penyerahan bantuan berupa alat dapur kompor dan gas melon dari Kementrian kepada eks PSK

Ada pun Sambutan-sambutan diantaranya dari :
1) Direktur RSTS dan KPO : DR. Soni W. Manalu, M.Si sbb :
a. Hari ini merupakan hari bersejarah dimana saat HUT kemudian dirangkai kegiatan dalam rangka menuju Kabupaten Tegal bermoral dan bermartabat bebas dari Prostitusi.
b. Semenjak 2013 mensos salim assegaf telah melakukan gerakan dalam bentuk workshop dengan harapan ada respon dari Pemda untuk menutup lokalisasi yang menyebar.
c. Saat ini tahun 2019 Indonesia menuju bebas prostitusi. Komitmen tersebut diujudkan dengan sosialisasi ke sejumlah. Dari 168 lokalisasi dalam kurun waktu 3 tahun berhasil mendukung 115 lokalisasi ditutup. sisanya sebanyak 20 sudah tutup dengan sendirinya.
d. Karenanya saya selaku penanggung jawab memiliki keyakinan yang kuat. Berangkat dari sini, akhir 2018 seluruh pantura bebas dari lokalisasi. Kami berharap terus dilakukan monitoring dan evaluasi.
e. Kami sebetulnya sudah menyediakan anggaran untuk 529 orang. Namun demi transparansi anggaran bantuan diberikan hanya kepada mereka yang sudah siap pulang. Nilainya Rp 5.500.000.
f. Bagi penerima silahkan mulailah usaha yang anda anggap mampu. Jangan kembali lagi menekuni usaha tersebut. Harusnya kita malu karena di Indonesia merupakan negara dengan prostitusi cukup banyak.

2) Wakil Bupati Tegal Hj. Dra. Umi Azizah Sbb :
a. Dihari jadi ke 416 disamping program inovasi yang sudah dilakukan ada kegiatan yang monumental yakni penghentian lokalosasi di Kabupaten Tegal.
b. Percayalah tidak ada kesuksesan yang diraih dengan mudah. Karenanya kami minta kepada penerima manfaat agar memulai usaha dengan sungguh-sungguh.
c. Penghentian lokalisasi bukan pekerjaan mudah. Ancaman dan teror terhadap kami cukup banyak. Sehingga kerja penutupan ini butuh dukungan semua pihak. Karena pemberhentian secara permanen lokalisasi merupakan usaha yang serius.
d. Selanjutnya perlu langkah antisipatif untuk mengantisipasi tantangan yang ada setelah penghentian ini. Tantangannya adalah bagaimana warga eks lokalisasi melakukan usaha sehari-hari. Karenanya kami berharap adanya dukungan bersama agar mereka punya niat berubah dan beralih kepada pekerjaan yang halal.
e. Selanjutnya kami akan berkomunikasi dengan pimpinan daerah tempat tinggal para eks PKS. Kami berkomitmen untuk membersihkan area Kabupaten Tegal dari lokalisasi. Dan akan melakukan tindakan tegas jika tidak ada ijin usaha dan jika ada praktek prostitusi akan kita bawa ke jalur hukum.
f. Akhirnya dengan mengucap Alhamdulillahirobbil alamin saya nyatakan lokalisasi di Kabupaten Tegal ditutup.

Acara kegiatan Penertiban dan Penyerahan Bantuan Bagi Eks Penghuni Lokalisasi Prostitusi Kab Tegal Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 selesai ditutup dengan pembacaan doa kemudian dilanjutkan dengan pengecekan tempat lokalisasi bertempat di Peleman dan dilanjutkan dengan pemulangan PSK ke Dinas Sosial Kab masing-masing

Dalam acara tersebut melibatkan beberapa unsur pengamanan untuk mengamankan jalannya acara tersebut diantaranya:
a. Polres Tegal : 70 orang
b. Kodim 0712/Tegal : 20 orang
c. Lanal Tegal 8 orang
d. Subdenpom IV/I-3 Tegal : 8 orang
e. Satradar 214/Tegal : 8 orang
f. Brigif 4/DR : 8 orang
g. Satpol PP + Damkar Kab.Tegal : 83 orang
h. Dinkes (Puskesmas Kramat dan Puskesmas Suradadi : 14 orang)
i. Banser Kab Tegal Wilayah Pantura : 45 orang

Hingga acara selesai kegaiatan tersebut berjalan aman dan lancar dengan di Ahiri acara pelepasan rombongan kendaraan yang akan mengantarkan para warga Eks tempat prostitusi.

Penulis : Untung

Editor : Umi Fadilla

Publish : Untung

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password