Nelayan Kampung Bajo Ditangkap Satpolair Polres Bone Saat Hendak Ngebom Ikan

Artikel, Nelayan Kampung Bajo Ditangkap Satpolair Polres Bone Saat Hendak Ngebom Ikan1

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Meski sering disosialisasikan tentang penangkapan ikan yang ramah lingkungan, Kasus ilegal fishing masih terjadi di wilayah hukum Polres Bone. Hal ini dibuktikan dengan penangkapan seorang nelayan asal Kampung Bajo Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan yang diduga melakukan pencarian ikan dengan bom ikan di perairan Kampung Bajo, Rabu (19/5/2017).

Pelaku yang berinisial DR (37) diduga kerap melakukan aksi pengeboman ikan. Dari tangannya ditemukan sejumlah barang bukti berupa satu bungkus serbuk korek api, tiga bungkus mesiu/ parana, tiga buah rakitan jergen berisi pupuk chantik, tiga buah rangkaian jergen yang diikatkan ke botol, satu buah rakitan botol, satu rakitan botol kecil warna cokelat dan sebelas sumbuh rakitan detonator, yang jika dipadukan akan menghasilkan bom ikan siap ledak.

Artikel, Nelayan Kampung Bajo Ditangkap Satpolair Polres Bone Saat Hendak Ngebom Ikan

 

 

 

 

 

 

 

Kasat Polair Polres Bone, Akp Armin Sukma yang dikonfirmasi tribratanews, mengatakan, penangkapan itu berawal ketika anggota Satpol Air melakukan patroli di sekitar perairan Kampung Bajo. Dari kejauhan terlihat sebuah perahu yang diduga kuat pelaku ilegal Fishing. Saat didekati, pelaku hendak kabur namun dengan kesigapan aparat berpakaian biru ini akhirnya DR berhasil diamankan, saat dilakukan penggeledahan, dari atas perahu tersebut ditemukan beberapa rangkaian bahan peledak yang jika dipadukan akan menghasilkan bom ikan siap ledak.

“Saat digeledah, ditemukan sejumlah barang bukti,” kata Kasat Polair, seraya mengatakan bahwa tersangka berinisial DR sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut.

Kapolres Bone Akbp Muhammad Kadarislam Kasim, S.H, S.Ik, M.Si melalui Paur Humas Iptu Adenan mengapresiasi keseriusan Sat Polair dalam memangkap pelaku ilegal fishing dan juga menghimbau masyarakat untuk menghentikan aksi ilegal fishing yang dapat merusak biota laut.

“Untuk mencari ikan di laut, nelayan dapat melakukan secara wajar dan tidak menggunakan cara-cara yang melanggar aturan. Kelestarian laut, dapat mensejahterakan nelayan. Jadi, jagalah laut yang menjadi sumber kekayaan dan mata pencaharian,” demikian Adenan.

Larangan penggunaan bom ikan disebutkan dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Menurut UU tersebut, seorang pengguna bom ikan dapat diancam dengan pidana penjara 5 tahun dan denda maksimal Rp2 miliar.

Penggunaan bom dan racun untuk menangkap ikan laut selain mengancam nyawa manusia, juga menyebabkan kerusakan terumbu karang, mendatangkan kerugian lingkungan hidup yang lebih besar dibandingkan dampak illegal logging (pembalakan liar hutan).

Laporan jurnal ilmu pengetahuan konservasi biologi (The Scientific Journal Conservation Biology), memperingatkan struktur kehidupan dasar laut bisa rusak melebihi kerusakan hutan di darat.Indrawadi menyebutkan, dasar laut merupakan suatu ekosistem kompleks yang menyediakan hewan-hewan atau habitat dan makanan pokok untuk terus bereproduksi dan tumbuhnya ikan serta kehidupan laut lainnya.

Penulis : Harmeno

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password