Mediasi Warganya yang Berselisih, Makin Memantapkan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Konsultan Pemecahan Masalah

Tribratanews.polri.go.id – Makassar Sulsel, Kehadiran Bhabinkamtibmas disetiap kegiatan masyarakat diharapkan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada, sehingga segala permasalahan yang ada sebisa mungkin dapat diselesaikan.

Salah satu bukti bahwa Bhabinkamtibmas selalu ada dan dekat dengan warga masyarakat dengan berbagai macam permasalahan yang dihadapi warganya dan Bhabinkamtibmas memberikan berbagai solusi untuk menyelesaikan permasalahannya.

Selain melaksanakan tugasnya sehari-hari untuk menyambangi dan memberikan pesan-pesan kamtibmas kepada warganya, Bhabinkamtibmas Polsek Biringkanaya Aiptu Nur Alim melaksanakan Problem Solving (Penyelesaian malasah) terhadap warganya yang sedang berselisih paham.

Dimana di lokasi Pasar Niaga Daya Kecamatan Biringkanaya telah terjadi perselisihan antara pihak RH dan para pedagang, Kamis (18/05/17).

Kemudian Bhabinkamtibmas Polsek Biringkanaya Aiptu Nur Alim mempertemukan kedua belah pihak diruang Binmas Polsek Biringkanaya untuk menyelesaikan masalah agar tidak berlarut-larut dengan mencari solusi yang terbaik.

Didalam pertemuan tersebut dicapai kesepakatan bersama bahwa sewa lahan diberi kuasa pada PD Pasar Daya untuk menentukan berapa nilai menyewahkan lahan yang dipergunakan para pedagang dalam menjual.

Selanjutnya hasil kesepakatan bersama dituangkan dalam bentuk surat pernyataan dan ditanda tangani oleh masing-masing pihak tanpa ada unsur paksaan.

Pertemuan tersebut disaksikan oleh Kepala PD Pasar Daya, Kepala Kalla Inti Karsa, Panit 1 Binmas, LSM, RH, dan para pedagang.

Selanjutnya Bhabinkamtibmas Polsek Biringkanaya Aiptu Nur Alim juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas bahwa sebagai warga yang baik dan taat hukum marilah kita semua menjunjung tinggi rasa pesatuan dan kesatuan serta memupuk tali silaturahmi demi terciptanya kamtibmas yang kondusif.

Mediasi merupakan salah satu bentuk dari alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan. Tujuan dilakukannya mediasi adalah menyelesaikan sengketa antara para pihak dengan melibatkan pihak ketiga yang netral dan imparsial.

Mediasi dapat mengantarkan para pihak ketiga pada perwujudan kesepakatan damai yang permanen dan lestari, mengingat penyelesaian sengketa melalui mediasi menempatkan kedua belah pihak pada posisi yang sama, tidak ada pihak yang dimenangkan atau pihak yang dikalahkan (win-win solution).

Dalam mediasi para pihak yang bersengketa proaktif dan memiliki kewenangan penuh dalam pengambilan keputusan. Mediator tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, tetapi ia hanya membantu para pihak dalam menjaga proses mediasi guna mewujudkan kesepakatan damai mereka.

Penyelesaian sengketa melalui jalur mediasi sangat dirasakan manfaatnya, karena para pihak telah mencapai kesepakatan yang mengakhiri persengketaan mereka secara adil dan saling menguntungkan.

Bahkan dalam mediasi yang gagal pun, di mana para pihak belum mencapai kesepakatan, sebenarnya juga telah merasakan manfaatnya. Kesediaan para pihak bertemu di dalam proses mediasi, paling tidak telah mampu mengklarifikasikan akar persengketaan dan mempersempit perselisihan di antara mereka.

Hal ini menunjukkan adanya keinginan para pihak untuk menyelesaikan sengketa, namun mereka belum menemukan format tepat yang dapat disepakati oleh kedua belah pihak.

Model utama penyelesaian sengketa adalah keinginan dan iktikad baik para pihak dalam mengakhiri persengketaan mereka. Keinginan dan iktikad baik ini, kadang-kadang memerlukan bantuan pihak ketiga dalam perwujudannya. Mediasi merupakan salah satu bentuk penyelesaian sengketa yang melibatkan pihak ketiga. Mediasi dapat memberikan sejumlah keuntungan antara lain :

  1. Mediasi diharapkan dapat menyelesaikan sengketa secara cepat dan relatif murah dibandingkan dengan membawa perselisihan tersebut ke pengadilan atau ke lembaga arbitrase.
  2. Mediasi akan memfokuskan perhatian para pihak pada kepentingan merekan secara nyata dan pada kebutuhan emosi atau psikologis mereka, sehingga mediasi bukan hanya tertuju pada hak-hak hukumnya.
  3. Mediasi memberikan kesempatan para pihak untuk berpartisipasi secara langsung dan secara informal dalam menyelesaikan perselisihan mereka.
  4. Mediasi memberikan para pihak kemampuan untuk melakukan kontrol terhadap proses dan hasilnya.
  5. Mediasi dapat mengubah hasil, yang dalam litigasi dan arbitrase sulit diprediksi, dengan suatu kepastian melalui konsensus.
  6. Mediasi memberikan hasil yang tahan uji dan akan mampu menciptakan saling pengertian yang lebih baik di antara para pihak yang bersengketa karena mereka sendiri yang memutuskannya.
  7. Mediasi mampu menghilangkan konflik atau permusuhan yang hampir selalu mengiringi setiap putusan yang bersifat memaksa yang dijatuhkan oleh hakim di pengadilan atau arbiter pada lembaga arbitrase.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password