Unjuk Rasa Damai Sopir Taxi Solo Raya Menolak Kehadiran Uberx, Polresta Surakarta Lakukan Pengawalan dan Pengamanan

Tribratanews.polri.go.id. Polresta Surakarta –
Kapolsek Pasar Kliwon AKP Suwandi bersama anggota dan di backup personil Polresta Surakarta melaksanakan pengawalan dan pengamanan aksi dari paguyuban taksi Soloraya ” Tolak Uberx di Kota Solo “, Kamis ( 18/5/2017 ) pukul 12.30 wib .

Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh paguyuban taksi Soloraya start dari Plaza Manahan menuju Balai Kota Solo yang diikuti dari beberapa kelompok taksi yakni Kosti Solo, PT. Glora Taksi, PT.  Mahkota Ratu, PT. Sakura Sakti, Koperasi New Bengawan Taksi, dan sebagai Penanggung jawab aksi Sdr Haryono yang diikuti lk150 orang / armada takxi.

Dalam aksinya beberapa armada taksi dengan membawa Spanduk dan Poster tulisan sbb :
– Taksi Solo Cinta Damai Aman Kotaku Budaya Wong Solo
– Tolak Angkutan Penumpang Ilegal
– Hati2 Jika Anda Naik Uberx Keselamatan Tidak di Tanggung
– Angkutan Penumpang Ilegal I Say NO.

” Terimakasih kepada Bapak Walikota Surakarta, Bapak Kepala Dinas Perhubungan Bapak Kapolresta Surakarta disini kami ingin sampaikan beberapa hal terkusus pada PNS kami mohon maaf apabila kehadiran kami mengganggu pekerjaan bapak ibu, kami ingin menyampaikan aspirasi, dimana aksi kami sejalan dengan apa yang di tetapkan di Surakarta, aksi ini di dukung oleh 5 ( lima ) perusahaan taxi solo kami hanya mewakilkan perusahaan, tiap perusahaan mengeluarkan 20 armada kalau kita bukak kran taxi akan bludak di pemkot ini kalau suara kami tidak didengar akan kami datangkan semuanya di sini, sesuai yang di tekankan Pak Wali bahwa uberx angkutan ilegal.

Mudah-mudahan tuntutan kami di penuhi pemerintah yaitu :
1. Tolak Uberx masuk Kota Solo.
2. Memohon kepada Dishub dan SatLantas untuk menindak tegas apabila ada uber yang melakukan operasional di kota solo ” ucap Tri Teguh perwakilan dari Kosti Solo dalam orasinya.

Orasi lainya, Sdr Haryono (gelora taxi) Kita akan memantau seluruh kegiatan, kalau besok pagi uberx masih berusaha kita stop kita akan serahkan ke pihak berwajib.

Kepada pemkot kota solo uber perusahaan ilegal ini sudah disampaikaan pak wali, bahwa uberx ilegal mari kita serahkan kepada petugas, besok kita sweping uber kita serahkan kepada polisi . Apabila pemerintah tidak menindak karena ini jelas ilegal maka kita akan tindak sendiri. Kami perusahaan resmi sudah 23 tahun kami di Solo kami membayar pajak. Silahkan pemerintah menindak tegas perusahaan ilegal ini, kita resmi perusahaan taksi tidak ada unsur politik kami murni mendukung stetmen pemerintah ucap Sdr Yanto manager Kosti solo dalam orasinya.

Tanggapan dari Pemkot Solo dari Bapak Hari Purnomo (Ka Dishub Surakarta) ini adalah kebijakan pemerintah kota dan teman-teman sudah menghadap pak wali dan mendengar apa yang disampaiakan pak wali itu adalah kebijakan pemerintah, taxi uberx belum berijin pada kami , kami sudah memberikan peringatan kepada pengelola sudah kami suruh hentikan aplikasinya, sesuai arahan pak Kapolres kami akan menindak sesuai dengan hukumnya yang pas. Teman-teman jangan melakukan oprasi sendiri biarkan pemerintah yang bekerja, kami bukan anti teknologi tapi kami menolak taxi uber

Luar biasa ini sebetulnya kita tahu akan rencana siang ini njenengan akan pawai dari Manahan sampai Balai kota, sebenarnya ada perwakilan 20 dari njenengan yang kemarin menemui Walikota Kapolresta dan Dishub, dan pak Rudi sudah menjelaskan uberx di Surakarta sampai sekarang uberx tidak di ijinkan itu apa yang telah di sampaiakan pak wali ke perwakilan njnengan sekarang tinggal mengamankan uber di surakarta, nanti pak Hari Kadishub dan Kapolresta akan mengamankan uberx di Surakarta kalau mereka masih beroprasional, kita memang butuh waktu tidak bisa menyelesaikan masalah seperti kita membalikkan telapak tangan, jangan bertindak anarkis semua pasti ada solusi, sampai saat ini pak wali tidak mengijinkan uberx, apa yang di sampaikan pak hari pak Wali semua sama, untuk itu aksi yang anda sampaikan kita terima, karena pak wali banyak kegiatan maka beliau tidak bisa datang. Aksi ini kebijakan pak wali, wali kota berpesan mari buat solo tentram aman dan damai.
Pelaksanaanya Dishub bersama Sat Lantas di bawah koordinasi bapak Kapolres, mari pulang bersama” mari kita berdoa apa yang di inginkan dapat terkabul dan kita bersama – sama saling memberikan informasi ucap Bp Ahmad Purnomo yang mewakili Walikota Surakarta pada saat menemui aksi.

Kemudian aksi meninggalkan Balai Kota Solo dengan tertib menuju Kantor DPRD Kota Solo dengan pengawalan dari Satlantas Polresta Surakarta.

Melanjutkan aksinya Kamis siang (18/05/2017) pukul 14.35 WIB tiba di Gedung DPRD Kota Surakarta Jalan Adi Sucipto 143 Karangasem Laweyan Surakarta untuk beraudiensi dengan Anggota Dewan.

Di depan Gedung DPRD Kota Surakarta, massa pengunjukrasa mengawali aksinya dengan orasi sambil membentangkan spanduk dan poster bertuliskan “Taksi Solo Cinta Damai, Aman Kotaku Budaya Wong Solo”, “Tolak Angkutan Penumpang Ilegal”, Hati-Hati Jika Anda Naik UberX, Keselamatan Tidak Ditanggung”, “Tindak Tegas Pencuri Penumpang Taksi”, dan “Angkutan Penumpang Ilegal, I Say No”.

IMG-20170518-WA0078

Orasi disampaikan oleh Guntur Winardi dari Kosti Solo yang menuntut untuk beraudiensi dengan Anggota Dewan. Memenuhi tuntutan peserta aksi, DPRD Kota Surakarta kemudian mempersilahkan 10 perwakilan peserta aksi untuk beraudiensi di Ruang Transit Gedung DPRD Kota Surakarta.

Hadir dalam acara audiensi ini Abdul Ghofar Ismail (Wakil Ketua DPRD / Fraksi PKS), Umar Hasyim (Wakil ketua DPRD/Fraksi Partai PAN), Kompol Santoso, SE MH (Kapolsek Laweyan) dan Kapten CPL Wardji (Danramil Laweyan) serta 10 perwakilan dari Paguyuban Taksi Solo Raya.

Beberapa perwakilan peserta aksi menyampaikan aspirasinya. Suyanto dari Kosti Solo menyampaikan bahwa, “Kami bersama perusahaan taksi yang ada di Solo Raya hadir didepan Organda yaitu dinas yang mewadahi kami dan pada akhirnya kami memutuskan untuk melaksanakan aksi secara normatif dengan menyampaikan jeritan kami kepada Walikota. Disampaikaan oleh Pak Walikota bahwa Uber ilegal, mari kita serahkan kepada petugas. Besok kita sweeping Uber kita serahkan kepada Polisi. Apabila pemerintah tidak menindak karena ini jelas ilegal maka kita akan tindak sendiri. Permintaan kami yaitu :
a. Segala aktifitas di bumi Indonesia yang ilegal segera stop, baik itu dalam bentuk kegiatan apapun itu.
b. Kami harap aparat yang diberi otoritas menjalankan tugas dan fungsinya sesuai sumpah jabatannya, artinya segera tindak tegas angkutan Uber tersebut, dan kami minta armadanya ditahan sampai dengan perusahaannya menyelesaikan proses hukum”.

Tri Teguh dari Kosti Solo menambahkan, “Dari eksekutif sudah mengatakan bahwa Uber ini adalah ilegal, maka kami meminta kepada Anggota Dewan sebagai fungsi kontrol terhadap aktion dari pemerintah tentang komitmen terhadap keberadaan Uber ini. Kami sepakat menunggu aktion pemerintah selama 1 minggu kedepan, dan apabila tidak ada tindakan yang nyata maka kami akan turun ke jalan lebih banyak dan akan mogok”.

Menanggapi penyampaian aspirasi dari perwakilan Paguyuban Taksi Solo Raya ini, Abdul Ghofar Ismail (Wakil Ketua DPRD / Fraksi PKS) menyampaikan, “Kami akan segera memanggil Dishub untuk menanyakan bagaimana tehnis penindakan nyata terhadap kegiatan tersebut. In syaa Allah ini kami tampung, dan kami komitmen bahwa kami juga tidak ada toleransi dengan kegiatan yang bersifat ilegal karena kami pembuat peraturan perundangan tersebut. Kami berharap Solo tetap kondusif dan tidak perlu adanya tindakan kekerasan ataupun terjadinya kerusuhan, dan kami yakin eksekutif sudah menyiapkan tindakan-tindakan”.

Pengamanan kegiatan audiensi ini dilaksanakan oleh petugas dari Polsek Laweyan dipimpin langsung oleh Kapolsek Laweyan Kompol Santoso SE MH, dan dibantu kekuatan dari Anggota Dalmas Polresta Surakarta.

Audiensi berjalan dengan aman dan lancar hingga pukul 16.00 WIB, kemudian massa peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Miun Kliwon dan Heri Laweyan
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password