Menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Polres Lambar Gelar Rakernis dan Pembentukan Satgas Pengawasan Stabilitas Pangan

Tribratanews.polri.go.id – Polres Lampung Barat. Menjelang bulan Ramadhan dan Hari  Raya Idul Fitri 1438 H Kepolisian Lampung Barat menggelar Rakernis dan Pembentukan Satgas Pengawasan Stabilitas 11 (sebelas) Bahan Pokok dan Barang Penting Lainnya pada Kamis 18/05/2017 Pukul 09.00 Wib bertempat di Rupatama Partisarawirya Mapolres Lampung Barat.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Kapolres Lampung Barat AKBP Andy Kemala S.Ik MM, Asisten I Pesisir Barat Ir. Lingga Kusuma, Asisten II Lampung Barat Ir. Noviardi, Ka BPS Tri Kuncoro, Kadis Koperindag Pesibar Guntur Panjaitan, Kadis Kes Pesibar Bambang Purwanto, Kadis DKP Pesibar Muhtadi, Seketaris Dinas TPH Lambar Kholiq, Seketaris Dinas Koperindag Lambar Bernatia, Kepala gudang Bolog Lambar Iwan Siswanto, Kasat Reskrim res Lambar AKP Firmansyah SH, Kasat Intelkam Res Lambar AKP Adrianus W, Kasat Sabhara Res Lampung Barat Iptu M Yoni, Kasat Pol PP Pesibar Min Chandra, Kasi Intel Kajari Lampung Barat Yanuar Ismail SH, Basi Intel Kodim 0422 Lampung Barat Pelda Pelda Edy Sofyan, BIN Korwil Binda Lampung Deny Permadi,  Kabid Pertenakan Disbun Pesibar Akma Arif, Kabid ketahanan Pangan Lambar Suhartono, Kabid angkutan dishub pesibar Toni Y, dan Bag Perekonomian Lambat Tri sutrisno.

IMG_7445Rakernis dibuka langsung oleh Kapolres Lampung Barat AKBP Andy Kemala S.Ik MM, dalam paparannya menyampaikan antisipasi kerawanan bahan pokok di wilayah hukum Polres Lampung Barat, selain itu juga rapat koordinasi ini menindak lanjuti terkait dengan menjelang bulan ramadhan dan hari raya idul fitri, kemungkinan adanya kenaikan harga diwilayah kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat.

Jangan sampai dalam bulan suci ramadhan dan idul fitri dimanfaatkan pihak pihak tertentu. Dari itu kita antisipasi, salah satunya kita mengadakan rapat bersama instansi untuk menyamakan visi atau persepsi terkait menindak lanjuti video conference Bapak Kapolri dengan Mentri Perdagangan, Pertanian, Mentri Perindustrian, untuk mengantisipasi gejolak-gejolak atau peningkatan baik itu penimbunan diwilayah wilayah.

Biasanya pada bulan ramdahan hingga idul fitri kebutuhan masyarakat sangat meningkat. Mari kita saling koordinasi bagaimana menindak lanjuti kegiatan ini. Saya minta dari masing masing instansi memberikan masukan baik dari kabupaten Lampung Barat maupun kabupaten Pesisir Barat. Masalah perpindahan barang alat transportasi yang digunakan. Saat ini jajaran kepolisian menggelar operasi patuh selama 14 hari sampai tanggal 22/05/2017 dari satuan lalulintas bersama dinas perhubungan untuk selalu melakukan pemeriksaan terhadap barang transportasi baik bus maupun barang dan orang, “Jelasnya.

IMG_7481Kapolres juga menyampaikan jangan sampai terjadi hambatan arus lalulintas seperti di pesisir barat, jalan lintas bengkulu jangan sampai terputus. Seperti kemarin di jalur Krui-Bengkulu di pekon Rata Agung itu ada kejadian kemacetan arus lalulintas dikarenakan adanya kendaraan fuso terbalik menutup badan jalan. Maka dari itu mari kita kerjasama yang baik sehingga nanti dalam pelaksanaan dapat berjalan baik dan tanpa ada kendala. Selain itu perlu kita antisipasi terkait ikan yang diformalin, makanan kadaluarsa jangan sampai itu ada diwilayah kita. Mari kita tingkatkan pengawasan terkait dengan 11 bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Mari kita sama sama lakukan kerjasama untuk melakukan operasi gabungan terkait bahan pokok jangan sampai pada bulan puasa hingga lebaran ada kegaduhan di masyarakat apa yang diharapkan masyarakat dapat tercapai, “Ucapnya.

Sementara itu, masing-masing instansi menyampaikan saran dan usulan seperti Asisten II Lampung Barat Ir. Noviardi menyampaikan bahwa bahan pokok untuk daerah Lampung Barat berdasarkan survei lapangan stocknya cukup. Kita akan memantau pasar setiap hari terutama faktor harga, ditakutkan harga akan mengalami kenaikan . Untuk daging perlu perhatian kita bersama, terutama daging sapi ditakutkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan karena tingginya permintaan dari konsumen dan kita harus memantau supaya tidak terjadi kegaduhan, “Tuturnya.

Sedangkan dari perwakilan Kabupaten Pesisr Barat yakni Asisten I Pesisir Barat Ir. Lingga Kusuma menyampaikan terkait pangan. Pesbar telah melaksanakan rapat  koordinasi dengan hasil dari 11 bahan pangan sesuai dengan alat ukur bahan pangan.  Dari 11 bahan pangan tersebut hanya beras yang satu-satunya tidak mengalami kekurangan melainkan  over produksi, diperkirakan hasil petani beras setiap tahunnya berkisar  20.000 ton pertahun.  Jika beras mengalami pengurangan maka hal tersebut terjadi karena keadaan musim. Terkait bahan pangan yang lain, semua kebutuhan Pesbar adalah impor dari daerah lain. Dengan demikian kelompok beras tidak perlu dirisaukan. Kelompok bahan yang lain harus kita antisipasi terkait aspek distribusi dan produksinya, “Paparnya.

Penulis         : Edi Susanto

Editor           : Umi Fadilah

Publish         : Edi Susanto

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password