Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Kepulauan Selayar, Polisi Kembali Menangkap Dua Pengedar Sabu-sabu

Artikel, Komitmen Berantas Peredaran Narkoba di Kepulauan Selayar, Polisi Kembali Menangkap Dua Pengedar Sabu-sabu

Tribratanews.polri.go.id – Selayar Sulsel, Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Selayar kembali menangkap 2 orang yang diduga kuat sebagai penjual dan pengedar narkoba jenis shabu.

Penangkapan dilakukan pada hari selasa (16/5) sekira pukul 19.00 wita. Mereka adalah AM seorang Wiraswasta Warga Jl. Pahlawan Benteng berusia 51 Tahun dan MS Tenaga Honorer berusia 29 tahun, warga jl. Mappatoba Benteng Selayar.

Operasi penangkapan dipimpin oleh KBO Sat Res Narkoba Aiptu Asnawi. Salah seorang pelaku AM tertangkap tangan di Jl. Fatmawati Benteng saat sedang membawa Shabu sebanyak 1 shacet.

Menurut KBO Sat Narkoba Aiptu Asnawi bahwa awalnya Satuan Narkoba mendengar akan adanya transaksi dan selanjutnya melakukan pantauan. Setelah dilakukan pantauan di lokasi tempat mereka akan ketemu AM terpantau membawa 1 satu shacet shabu.

Selanjutnya sambil menunggu dirinya menyimpan shabu yang telah dikemas dengan almunium kertas rokok diatas meja duduk, saat itu kemudian dilakukan penangkapan terhadap dirinya.

Saat diinterogasi, AM mengaku memesan barang dari MS yang sementara menunggu disebuah jembatan di Jl. Ahmad Yani sehingga tim kembali bergerak dan mengamankan MS.

Akibat perbuatannya keduanya saat ini diamankan di Polres Kepulauan Selayar guna dilakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Atas Penangkapan ini, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryanta Tarigan menegaskan bahwa hal ini merupakan wujud dari Komitmen Polres untuk penanggulangan peredaran Narkoba di Kabupaten Kepulauan Selayar.

Sikap tegas Pemerintah Indonesia untuk melawan narkoba, disikapi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian beberapa waktu lalu. Jenderal Polisi Tito Carnavian menegaskan, pihak kepolisian tidak main-main dalam mengungkap peredaran narkoba di Indonesia. Bahkan, Kapolri ini menyatakan pihaknya tak segan-segan menembak mati bandar narkoba asing yang berani masuk ke Indonesia.

Begitu seriusnya ancaman narkoba yang dapat merusak keberlangsungan hidup generasi muda, maka aparat Polri diminta bersikap tegas terhadap pelaku narkoba. Kapolri mewarning akan melakukan evaluasi terhadap jajarannya yang minim dalam mengungkapkan peredaran narkoba.

Orang nomor satu di tubuh Polri ini menginstruksikan kepada jajaran kepolisian agar tidak takut meringkus bandar narkoba, termasuk juga bandar asing yang masuk ke Indonesia ini. Kepada bandar narkoba, Tito berpesan untuk tidak main-main di Indonesia. Dia bahkan mengancam para bandar narkoba akan berakhir di kamar jenazah jika berani bermain-main.

Dampak bahaya penyalahgunaan narkoba sendiri  bisa berdampak bagi fisik, psikologis dan dampak sosial ekonomi.

Dampak fisik yang ditimbulkan antara lain : gangguan pada sistem saraf (neorologis), kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan saraf tepi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler), infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah, gangguan pada kulit (dermatologis), penanahan, bekas suntikan dan alergi, gangguan pada paru-paru (pulmoner), penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, penggesaran jaringan paru-paru, pengumpulan benda asing yang terhirup, dapat terinfeksi virus HIV dan AIDS, akibat pemakain jarum suntik secara bersama-sama.

Dampak psikologis, antara lain berfikir tidak normal, berperasaan cemas, tubuh membutuhkan jumlah tertentu untuk menimbulkan efek yang diinginkan, ketergantungan/selalu membutuhkan obat.

Sedang dampak sosial dan ekonomi yakni : selalu merugikan masyarakat baik ekonomi, sosial, kesehatan dan hukum.

Penulis : Bara

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password