Silaturahmi Bersama Ormas Islam, Kapolda Papua Ajak Ulama Jadi Mitra

Tribratanews.polri.go.id Polda Papua, Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Boy Rafli Amar, MH menggelar Silaturahmi bersama Ormas Islam yang ada di Kota Jayapura di aula Rupatama Mapolda Papua, Rabu (17/5/2017).

Dalam kesempatan tersebut Kapolda Papua menuturkan bahwa ulama yang adalah tokoh agama merupakan pemimpin umat. Polisi memberikan pelayanan kepada masyarakat yang juga adalah umat dari Ormas-ormas yang ada. Dalam hal ini Pemolisian akan lebih efektif bila pesan-pesan yang disampaikan Polisi dapat dikuatkan dengan penyampaian dari para pemimpin umat kepada umatnya.

“Umumnya tugas-tugas Kepolisian adalah mengajak masyarakat untuk menjadi baik, taat hukum serta terhindar dari penyakit masyarakat seperti perbuatan-perbuatan yang tercela dan yang melanggar hukum yang kita yakini bahwa agama Islam pun mengatur larangan-larangan ini. Ajaran-ajaran agama kita sinkronkan dengan hukum secara nasional yang mana dengan semakin meningkatnya ketaatan umat kita dalam agama semakin rendah terlibatnya masyarakat dalam pelanggaran hukum. Untuk itu ulama adalah mitra strategis kami, begitupun dengan Pendeta dan Pastor,” jelas Kapolda Papua.

Kapoda juga mengatakan, Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila, untuk itu masyarakat dapat melaksanakan keyakinannya masing-masing. Nilai-nilai keislaman yang dikedepankan adalah keislaman yang memahami tentang Nusantara yang mana menjadi Rahmat bagi semua Umat. Jangan sampai perbedaan-perbedaan keyakinan dalam menjalankan syariat menjadi sumber perpecahan antara umat Islam sendiri.

Silaturahmi Bersama Ormas Islam, Kapolda Papua Ajak Ulama Jadi Mitra-

“Masalah HTI, kita harus melihat dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang mana pendahulu kita telah menetapkan dasar negara. Konsep pemikiran yang disampaikan oleh HTI bukannya tidak baik tetapi apabila diberlakukan maka konsep dasar negara akan berubah, ini mengalami pertentangan dengan dasar negara yang telah ditentukan oleh para pendahulu kita,” jelas Kapolda.

Kapolda menambahkan, untuk itu harus dapat dijelaskan kepada masyarakat yang tergabung di dalam HTI bahwa Indonesia bukan negara yang berdasarkan agama tetapi negara yang berdasarkan Pancasila.

“Bukannya tidak menghargai syariat agama, karena pada dasarnya negara memberikan ruang yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat, baik yang beragama Islam maupun agama-agama lain untuk melakukan syariat agamanya,” pungkas Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Boy Rafli Amar, MH.

Penulis      : Reinaldy N R
Editor        : Umi Fadilah
Publisher  : Reinaldy N R

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password