Mengenal Laboratorium Forensic Polri

tribratanews.polri.go.id – Polda Kepri, Dizaman modern ini, perkembangan kemajuan masyarakat cukup pesat Ditandai dengan merebaknya fenomena supremasi hukum, hak asasi Manusia, demokratisasi, desentralisasi, transparansi yang telah melahirkan berbagai paradigma baru dalam melihat tujuan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab Kepolisian Negara Republik  Indonesia  yang selanjutnya menyebabkan pula tuntutan dan harapan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas kepolisian yang makin meningkat dan lebih berorientasi kepada masyarakat yang Dilayaninya.

Dizaman modern ini, perkembangan kemajuan teknologi yang semakin meningkat tidak luput pula dari merebaknya berbagai kejahatan atas perkembangan kemajuan masyarakatnya. Seperti kasus bom, narkotika, penggunaan racun, pembunuhan, Dan lain-lain.

Untuk menanggulangi kejahatan yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi hanya dapat Ditanggulangi dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pula. Proses penyidikan kejahatan menggunakan teknologi yang lazim disebut penyidikan secara ilmiah atau “Scientific CrimeiInvestigation / SCI (penyidikan secara ilmiah) dimana peran dan fungsi tersebut sebagian Diemban oleh Laboratorium Forensik. Dan ”Term” Scientific Crime Investigation telah teruji dalam proses pengungkapan kasus – kasus yang menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keterpaduan fungsi dan peran para ahli forensik dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berawal dari pengolahan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan melakukan pemeriksaan dan menghubungkan (barang bukti mikro), seperti pengungkapan identitas korban menggunakan pemeriksaan sidik jari (daktiloskopi), pemeriksaan deoxirybose nucleic acid (DNA), Serologi / darah, Odontologi Forensik (pemeriksaan gigi), disaster victimiIdentification (DVI) dan lain lain. Pengungkapan dengan menggunakan ilmu kimia, fisika dan lain – lain termasuk proses pelacakan salah satu tersangka yang didasarkan nomor seri kendaraan bermotor (nomor rangka dan nomor mesin) dengan metode penimbulan kembali (re-etching) nomor – nomor tersebut yang telah dirusak dengan reaksi kimia tertentu, serta penentuan bahan isian Bom yang Ditemukan di TKP yang identik dengan bahan yang ada di tubuh, pakaian, rumah, kendaraan tersangka.

Berdasarkan Peraturan Kapolri nomor 21 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Mabes Polri, Puslabfor tetap berada Dibawah struktur Bareskrim Polri bersama Pusinafis dan Pusiknas. Dalam organisasi baru terdapat beberapa perubahan dan penambahan antara lain penambahan bidang baru yaitu bidang Narkobafor, penambahan subbid Komputer Forensik serta beberapa perubahan nomeklatur dan titelaturnya.

Adapun jenis pelayanan laboratorium forensic polri yaitu :

  1. Bidang Dokumen dan uang palsu (Biddokupalfor).
  2. Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Bidbalmetfor).
  3. Bidang Fisika dan Komputer Forensik (Bidfiskomfor).
  4. Bidang Kimia, Toksikologi, dan Biologi Forensik (Bidkimbiofor).
  5. Bidang Narkotika, Psikotropika dan obat berbahaya forensik (Bidnarkobafor)

Saat ini pusat laboratorium forensic (puslabfor) Bareskrim Polri telah mempunyai 6 cabang laboratorium forensic yaitu, Medan, Palembang, Surabaya, Semarang, Makassar dan Denpasar. Semoga pusat laboratorium forensic semakin canggih dalam penggunaan teknologinya, sehingga mempermudah dan mempercepat Kepolisian dalam mengungkapkan kejahatan yang terjadi.

Penulis : Andi S

Editor : Umi Fadilah

Publish : Andi S

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password