Pria Ini Diringkus Anggota Polsek Kajuara Usai Menikam Temannya Sendiri

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Fa (20) yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan terpaksa diringkus oleh anggota Polsek Kajuara Polres Bone usai menikam temannya sendiri Dirman (16) yang juga seorang nelayan di Dusun Lagoppo, Desa Massangkae, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Selasa (16/5/17).

Operasi penangkapan dipimpin langsung Kapolsek Kajuara AKP Habil. Menurut Habil peristiwa itu terjadi saat pelaku bersama korban sedang asyik menikmati alunan musik elecktone sambil joged di pesta perkawinan.

Namun hanya karena masalah sepele yakni keduanya baku senggol membuat pelaku yang dalam keadaan mabuk tidak menerima baik dan merangkul korban keluar dari tenda dengan maksud untuk mengajak korban berkelahi.

Saat itu korban tidak meladeni dan memilih pulang ke rumah, tidak merasa puas pelaku mengejar korban dan menghunus sebilah badiknya dan menancapkannya ke panggul korban sebanyak satu kali.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka tusukan pada bagian panggul sedalam 2,5 cm. saat ini pelaku beserta barang bukti tengah diamankan di Mapolres Bone untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Faktor-faktor seseorang melakukan tindakan kekerasan disebabkan oleh beberapa faktor pendorong antara lain :

  1. Kurangnya Pengetahuan tentang Islam.
    Masih banyaknya orang yang jahil (bodoh) terhadap syariat Islam sehingga mereka kurang memahami tentang perintah-perintah yang wajib dilaksanakan dan larangan-larangan yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Ilmu agama sesungguhnya sangat penting bagi setiap orang karena perannya dalam mengarahkan manusia dalam menjalani hidup yang bersesuaian dengan kehendak Allah Swt.
  2. Akhlak yang Tercela.
    Setiap perilaku, tindakan, dan ulah dari seseorang yang tampak dipermukaan adalah gambaran dar akhlaknya. Apabila perilaku, tindakan, dan sikap keseharian sesorang yang patut dibanggakan itu adalah implementasi dari baiknya akhlaknya. Begitu uga seseorang yang dalam kesehariannya menunjukkan perilaku yang tidak sopan, kasar, menyukai tindakan anarkis, dan kekerasan, maka semua itu adalah gambaran dari akhlak jeleknya.

Islam adalah agama yang sangat mengedepankan dan memandang penting akhlak yang baik bagi para pemeluknya. Banyak hadis yang membicarakan betapa pentingnya akhlak tersebut, Sebagaimana diketahui bahwa Rasulullah saw. diutus untuk mengajak manusia agar beribadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla saja dan memperbaiki akhlak manusia.

Sesungguhnya antara akhlak dan akidat terdapat hubungan yang sangat kuat sekali, karena sesungguhnya akhlak yang baik sebagai bukti dari keimanan dan akhlak yang buruk sebagai bukti atas lemahnya iman. Semakin sempurna akhlak seorang muslim berarti semakin kuat imannya.

  1. Hilangnya Rasa Kasih Sayang.
    Telah hilangnya rasa kasih sayang dan sifat kelembutan dalam diri sesorang menyebabkan lahirnya tindakan kekerasan dan penganiayaan serta melakukan perbutan-perbuatan yang merusak serta menimbulkan kerugian dan penderitaan kepada orang lain, padahal Islam telah mensyariatkan perlunya manusia itu bersiat lemah lembut kepada sesama dan saling berkasih sayang.
  2. Hilangnya Rasa Malu.
    Hilangnya rasa malu dalam diri seseorag menjadikan dirinya tanpa segan dan malu berbuat seenaknya tanpa mempertimbangkan harkat dan harga diri sesama manusia dengan melakukan tindakan dan aksi kekerasan. Tidak adanya rasa malu, maka seseorang dengan kesombongan dan keangkuhannya melakukan berbagai tindakan yang menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi orang atau pihak lain, seperti melakukan penyerangan , menyakiti fisik, merusak dan membakar harta benda, serta berbagai perbuata keji lainnya yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang beragama. Zaman sekarang, rasa malu sudah berkurang atau bahkan sudah hilang bagi sebagian orang sehingga kemungkaran merajalela, hal-hal yang memalukan dilakukan dengan terang-terangan, keburukan dinilai sebagai sebuah kebaikan, bahkan sebagian orang merasa bangga dengan perbuatan tercela dan hina.
  3. Hilangnya Kesabaran
    Perilaku kebanyakan orang yang bersikap anarkis, berbuat terhadap orang lain denga kekerasan dan aniaya, menyerang, serta berbuat kerusakan dan memusnahkan harta benda terhadap orang lain sebagaimana yang banyak dilakukan di berbagai tempat tindak lain adalah karena tidak adanya rasa sabar dalam diri mereka, padahal sabar mutlak harus dimiliki setiap mukmin karena sabar itu sendiri sebagian dari Islam. Sabar berarti menahan dan mencegah.

Penulis : Ros

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password