Tak Kenal Lelah, Bripka Suhati Selalu Luangkan Waktunya Mengajar Anak-anak Mengaji Sepulang Dinas

Tribratanews.polri.go.id – Bone Sulsel, Polwan Polres Bone Bripka Suhati yang sehari-harinya bertugas sebagai anggota Sat Binmas Polres Bone, kini mempunyai kesibukan lain yakni mengajar mengaji pada anak-anak setelah pulang dari kantor.

Bripka Suhati memang yang dikenal akrab dan dekat anak-anak hampir setiap harinya meluangkan waktunya mengajar mengaji atau Iqro. Bertempat di kelurahan Tanete Kecamatan Cina Kabupaten Bone, Bripka Suhati terlihat mengajar anak-anak, Senin (15/5/17).

Hal semacam ini dilakukan sebagai bukti pelayanan Polri kepada masyarakat khusunya anak-anak muslim dan juga sebagai wujud pendekatan kepada masyarakat khususnya anak-anak yang masih di bawah umur agar tidak merasa takut pada Polisi.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orang tua anak–anak karena menyangkut dunia akhirat serta menjadikan anak- anak menjadi lebih baik, pintar dan membuat anak – anak lebih mengerti dan lebih memahami bacaan Al Quran.

Apa yang dilakukan Bripka Suhati yang rela meluangkan waktunya untuk mengajar anak-anak mengaji mempunyai keutamaan besar, bagaimanakah keutamaan mengajarkan ilmu? Berikut beberapa keutamaannya yang disalin dari rumaysho.com.

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah kebaikan agama maupun kebaikan dunia. Berarti kebaikan yang dimaksudkan bukan hanya termasuk pada kebaikan agama saja.

Termasuk dalam memberikan kebaikan di sini adalah dengan memberikan wejangan, nasehat, menulis buku dalam ilmu yang bermanfaat.

Hadits di atas semakna dengan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kebaikan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya ganjaran semisal ganjaran orang yang mengikutinya dan sedikitpun tidak akan mengurangi ganjaran yang mereka peroleh. Sebaliknya, barangsiapa menjadi pelopor suatu amalan kejelekan lalu diamalkan oleh orang sesudahnya, maka akan dicatat baginya dosa semisal dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikit pun.” (HR. Muslim no. 1017)

Bentuk pengajaran ilmu yang bisa diberikan ada dua macam:

  • Dengan lisan seperti mengajarkan, memberi nasehat dan memberikan fatwa.
  • Dengan perbuatan atau tingkah laku yaitu dengan menjadi qudwah hasanah, memberi contoh kebaikan.

Khusus dakwah dengan qudwah hasanah, yaitu langsung memberikan teladan, maka jika ada orang yang mengikuti suatu amalan atau meninggalkan suatu amalan karena mencontoh kita, itu sama saja dengan bentuk dakwah pada mereka. Hal ini termasuk pada ayat,

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran: 110).

Keutamaan Mengajarkan Ilmu

  • Ia akan mendapatkan pahala semisal pahala orang yang ia ajarkan.
  • Orang yang mengajarkan ilmu berarti telah melakukan amar ma’ruf nahi munkar, demi baiknya tatanan masyarakat lewat saling menasehati.
  • Termasuk bentuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
  • Akan membimbing dan mewujudkan kehidupan bahagia pada tiap individu masyarakat dengan adanya adab dan hukum Islam yang tersebar.

Intinya, ajarkanlah ilmu yang dimiliki walau satu ayat. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari no. 3461).

Yang dimaksud dengan hadits ini adalah sampaikan kalimat yang bermanfaat, bisa jadi dari ayat Al Qur’an atau hadits (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 7: 360).

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password