Hendak Pulang Kerumah, Seorang Pemuda di Takalar Dibusur OTK

Tribratanews.polri.go.id – Takalar Sulsel, Jabbar Bin Dg. Pasang (21) warga Tanring Mata Takalar menjadi korban pembusuran oleh OTK (Orang Tak di Kenal) di jalan Poros Galesong Takalar, Dusun Bobo Jangan, Desa Bonto Loe, Kec. Galesong, Kab. Takalar, Minggu (14/5/17) malam sekira pukul 21.00 Wita.

Jabbar mengungkapkan bahwa malam itu ia hendak pulang kerumahnya dari arah utara menuju selatan dengan mengendarai sepeda motor, tidak berselang lama ia berpapasan dengan orang tidak dikenal, setelah melewatinya orang tersebut memutar arah motornya kemudian membusurnya dan mengenai punggung.

Saat ini korban berada di RS Umum Daerah Takalar. Personil Polsek Galsel saat ini masih menyelidiki serta melakukan pencarian siapa pelaku penganiayaan pembusuran tersebut.

Kejahatan jalanan atau yang biasa dikenal dengan street crimes termasuk pembusuran orang tak dikenal merupakan jenis kejahatan tradisional yang sangat meresahkan warga masyarakat.

Di saat hiruk pikuk kejahatan kerah putih (white collar crime) seperti korupsi, money laundering, carding, dan lain sebagainya terus-menerus menghiasi setiap media massa kita saat ini, kejahatan jalanan tetap merupakan ancaman yang amat nyata bagi masyarakat kita.

Apalagi bila kejahatan jalanan ini disertai dengan kekerasan (crime by using force) semisal penjambretan, penodongan, pencurian, pemerkosaan, penganiayaan, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya.

Bentuk-bentuk kejahatan seperti perampokan dengan kekerasan, jambret, aksi begal dan aksi kriminalitas jalanan di atas tentu saja akan sangat berpengaruh pada keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karena kejahatan-kejatahan inilah yang paling dekat dengan mayarakat, dan apabila dibiarkan akan menimbulkan ketakutan, perasaan tidak aman dalam masyarakat dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat dalam melaksanakan kehidupannya sehari-hari.

Kejahatan jalanan merupakan bagian terbesar dari angka statistik kriminalitas. Sistem Peradilan Pidana kita sangat disibukkan oleh “street crimes” ini. Mungkin sebagian besar dari aktivitas penanggulangan kejahatan oleh Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan berpusat pada kejahatan jalanan ini.

Dan apabila kita melihat populasi Lembaga Pemasyarakatan, maka pelaku-pelaku kejahatan jalanan inilah yang memenuhi lembaga.

Meskipun realita diatas tidak serta merta menjawab apa yang menjadi permasalahan utama kejahatan di Indonesia, namun setidaknya, kejahatan jalanan telah memberikan andil yang besar dalam menimbulkan ancaman dan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk itulah perlunya polisi memiliki strategi yang tepat untuk terus menekan angka kejahatan jalanan ini. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa hulu dari kejahatan ini merupakan akibat masalah kehidupan sosial masyarakat kita yang amat pelik. Kita tidak dapat memandang masalah kejahatan jalanan dari segi hukum saja, tanpa memperhatikan aspek sosiologis dalam masyarakat.

Penulis : Qadri

Editor : Umi Fadilah

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password