Setubuhi Anak Angkatnya, HK Ditangkap Polsek Aertembaga Bitung

Tribratanews.polri.go.id, Polda Sulawesi Utara – Seorang pria berinisial HK alias Ajul (43), warga Kecamatan Aertembaga Kota Bitung tega menyetubuhi anak angkatnya, sebut saja Bunga (11), beberapa waktu lalu. Aksi bejat HK terbongkar setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada salah seorang kerabatnya, VW (34), Selasa (09/05/2017) sekitar pukul 15.00 WITA.

Saat VW bertanya kepada korban, apakah kejadian ini diketahui oleh ibu angkatnya (isteri pelaku), NA (62), korban menuturkan telah menceritakan hal tersebut pada Kamis (04/05) malam. Namun NA enggan melaporkan kepada pihak kepolisian dengan alasan merasa terancam dan takut dianiaya oleh suaminya.

Usai mendengar kisah pilu korban, VW lalu melaporkan peristiwa itu ke Polsek Aertembaga Bitung, Rabu (10/05) malam. Polisi yang cepat merespons laporan akhirnya berhasil menangkap pelaku dan mengamankannya di Mapolsek Aertembaga. Ketika diinterogasi petugas, pelaku mengakui semua perbuatannya.

Dikatakan pelaku, pertama kali ia menyetubuhi korban pada Agustus 2016 sekitar pukul 18.00 WITA, saat isterinya sedang berjualan di Pasar Winenet Kota Bitung. Korban yang saat itu berada di dalam kamar dipaksa melayani nafsu bejat sang ayah angkat. Usai melampiaskan birahinya, pelaku mengancam korban agar jangan bercerita kepada siapapun.

Pengakuan pelaku dibenarkan oleh korban. Kejadian serupa terulang kembali pada Minggu (26/02/2017) sekitar pukul 06.00 WITA. Dengan polos korban menuturkan, tiba-tiba pelaku menarik tubuhnya dan memaksa untuk melepas celana. Pelaku lalu menyumpal mulut korban dengan kain karena berteriak dan berusaha melawan. Setelah korban tak berdaya, pelakupun kembali menggagahi anak yang seharusnya ia sayangi ini.

Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting melalui Kasubbag Humas, AKP Idris Musa membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pelaku telah ditahan di Mapolsek Aertembaga,” jelasnya. Pelaku, lanjut Kasubbag Humas, dijerat dengan pasal 81 ayat 3 subsider pasal 82 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara,” tandasnya.

Penulis: Rony
Editor: Umi Fadilah
Publish: Rony

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password