Upaya Polri dan orang tua mencegah terjadinya pelecehan seksual kepada anak

tribratanews.polri.go.id – Polda Kepri, Pelecehan seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak Dimana orang dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual. Bentuk pelecehan seksual anak termasuk meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasilnya), memberikan paparan yang tidak senonoh, menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap anak-anak, kontak fisik, atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.

Berdasarkan hukum, “pelecehan seksual anak” merupakan istilah umum yang menggambarkan tindak kriminal dan sipil Dimana orang dewasa terlibat dalam aktivitas seksual dengan anak Dibawah umur atau eksploitasi anak Dibawah umur untuk tujuan kepuasan seksual Efek yang dirasakan oleh anak dari korban kekerasan seksual antara lain depresi, gangguan stress pasca trauma, kegelisahan, kecenderungan menjadi korban lebih lanjut saat dewasa, cedera fisik, dan lain-lain.

Data yang tercatat pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) 2015 menunjukkan, dari 1.726 kasus pelecehan seksual yang terjadi, sekitar 58 persennya Dialami anak-anak. “Artinya, ada sekitar 1.000 kasus pelecehan seksual seperti sodomi, pemerkosaan, dan incest, serta lainnya kasus kekerasan fisik dan penelantaran. Polda Kepri menghimbau kepada orang tua untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual kepada anak dengan menerapkan hal sebagai berikut :

  1. Tumbuhkan keberanian pada anak.
  2. Memberikan pakaian yang tidak terlalu terbuka.
  3. Memperkenalkan fungsi organ intim.
  4. Mengajarkan nilai-nilai agama.
  5. Jalin komunikasi dengan anak.

Sementara itu, menghadapi semakin meningkatnya kasus pelecehan seksual kepada anak, dalam hal ini adapun upaya yang dilakukan oleh Polri yaitu:

  1. Mendirikan Ruang dan Pelayanan Khusus (RPK), sebagai tempat penanganan dan pelanggaran anak.
  2. Membentuk unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) dari tingkat Mabes hingga Polres, sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2007.
  3. Meningkatkan jumlah Polwan agar mendekati ratio ideal. Harapanya, Polwan akan menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus perlindungan anak.
  4. Untuk meningkatkan kemampuan personil RPK dalam penyidikan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan pelecehan terhadap anak Dilakukan melalui pendidikan, sehingga akan menambah pengetahuan personil RPK tentang penyidikan secara umum.

Menyelenggarakan berbagai seminar / lokakarya bertujuan untuk memberikan informasi tentang ketentuan / peraturan yang terkait dengan masalah perlindungan hukum terhadap anak, serta bagaimana upaya pencegahan dan menangani pelanggarnya. Selain itu pihak kepolisian yaitu berupa memberikan penyuluhan terhadap anak baik yang diberikan melalui guru-guru yang ada di sekolahanya maupun dari orang tua langsung. Selain memberikan penyuluhan, pihak kepolisian juga melakukan razia kewarnet-warnet dan melakukan pemblokiran dari situs-situs porno. Kerjasama antara Kepolisian, masyarakat dan orang tua sangatlah penting. Tentunya dalam hal mencegah terjadinya pelecehan seksual kepada anak, dimulai dari orang tua yang lebih berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada anaknya.

Penulis : Andi S

Editor : Umi Fadilah

Publish : Andi S

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password