Kerukunan Beragama di Solo : Polsek Laweyan Surakarta Mengamankan Sembahyangan Peodalan Pura dan Pengajian Majelis Dzikir

Tribratanews.polri.go.id.Polresta Surakarta – Toleransi kehidupan umat beragama ditunjukkan warga Solo. Hal ini bisa dilihat pada Rabu malam (10/05/1017) di Kampung Mutihan RW 06 Sondakan Laweyan Surakarta.

Dua kegiatan keagamaan dilakukan secara bersamaan yaitu “Pengajian Umum Majlis Dzikir, Sholawat dan Haul KH Muhammad Muhadi dan Hj Siti Badriah” oleh umat Islam dari Ponpes Nurus Salman Mutihan Sondakan dan “Sembahyangan dalam rangka menyambut Piodalan atau Hari Ulang Tahun Pura Indraprasta Yang Ke-14” oleh umat Hindu dari Pura Indraprasta Mutihan Sondakan. Kedua kegiatan keagamaan tersebut pelaksanaannya di lokasi yang berdekatan, tak sampai 100 m jaraknya. Bahkan kegiatan dari Ponpes Nurus Salman ini menggunakan akses utama jalan menuju Pura Indraprasta.

Kesamaan waktu pelaksanaan ini tidak disengaja, kedua belah pihak mengetahui hal itu sehari sebelum hari H pelaksanaan. Ketua PHDI Kota Surakarta yang juga seorang anggota Polri, IPTU Ida Bagus K MPdH kemudian melakukan koordinasi dengan Pimpinan Ponpes Nurus Salman KH Muhammad Rosyid Ridwan tentang pelaksanaan kegiatan tersebut. Dan akhirnya disepakati bahwa umat Hindu Pura Indraprasta akan memakai jalur alternatif untuk menuju Pura Indraprasta.

Lurah Sondakan Darli SH MH yang hadir pada acara Piodalan atau Hari Ulang Tahun Pura Indraprasta Yang Ke-14, dalam sambutannya menyampaikan, “Malam hari ini juga bertepatan dengan acara Haul di Ponpes Nurus Salman, dan kita ucapkan syukur bahwa Kota Solo aman kondusif. Kami atas nama Pemerintah Kota Surakarta mengucapkannya terima kasih dan selamat Hari Ulang Tahun Pura Indraprasta Yang Ke 14. Mari kita dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, biarpun kita berbeda keyakinan tetapi saya harapkan toleransi dapat kita wujudkan kedepannya demi keamanan Kota Surakarta”.

Sementara itu pada acara Pengajian Umum di Ponpes Nurus Salman, KH Sutomo Ridwan dalam tausyiahnya menyampaikan, “Sebagai warga negara Indonesia, fakta yang tak bisa lepas dari kehidupan sosial kita adalah kemajemukan. Berbagai macam suku, agama, bahasa dan ras menjadikan singgungan adat dan budaya tidak terelakkan di sekitar kita. Tentu dengan begitu, maka bagi siapa yang bisa menjaga keutuhan persatuan, keanekaragaman tersebut bisa menjadi sumber kekuatan. Tetapi sebaliknya, bagi siapa yang tidak, maka persinggungan adat, budaya dan agama akan menjadi sumber konflik di masyarakat”.

IMG-20170511-WA0052

Pada kedua kegiatan keagamaan tersebut pengamanannya dilakukan oleh Anggota Polsek Laweyan sebanyak 7 personil dipimpin Bhabinkamtibmas Sondakan Aiptu Karjiyo dan dibantu Anggota Linmas sebanyak 6 orang.

Selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan kondusif. Ini menunjukkan indahnya harmoni keberagaman yang terbingkai dalam kerukunan dan toleransi.

Penulis : Heri Laweyan
Editor   : Umi Fadilah
Publish : Sumarjo

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password