Hamil Diluar Nikah Marak, Kanit Binmas Beri Imbauan Kepada Remaja

Tribratanews.polri.go.id – Poldajatim Kasus ibu melahirkan di luar nikah dalam tiga tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Dari tahun 2014 sebanyak 28 kasus, tahun 2015 sebanyak 19 kasus dan pada tahun 2016 meningkat sebanyak 69 kasus. Kasus ibu melahirkan di luar nikah ini sudah sepatutnya menjadi perhatian berbagai pihak.

Hal tersebut direspon oleh Kanit Binmas Polsek Kepohbaru Polres Bojonegoro memberikan imbauan kepada remaja Pondok Al Istiqomah Desa Mojosari Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro, Rabu (10/5/2017).

Dalam imbauannya, Kanit Binmas Polsek Kepohbaru Aiptu Dedy H menyampaikan data hamil diluar nikah. Hal tersebut diharapkan, mampu menjadi cermin untuk tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Tahun 2015 mengalami penurunan, namun pada tahun 2016 meningkat signifikan. Hal itu tak lepas dari kemajuan teknologi yang saat ini berkembang pesat..? Adik adik harus waspada ya,” kata Kanit Binmas Polsek Kepohbaru

Aiptu Dedy H juga menjelaskan, kasus hamil di luar nikah ini banyak terjadi diduga akibat kemajuan teknologi informasi. Yakni banyak remaja yang mengakses hal-hal yang seharusnya diakses orang dewasa. Akibat dari pemakaian internet tidak sehat inilah maka bisa terjadi “kecelakaan” yang menyebabkan kehamilan.

“Manfaatkan internet dengan bijak, gunakan internet menjadi jendela untuk melihat cakrawala dunia,” lanjutnya.

Aiptu Dedy H juga berharap, orang tua berperan aktif dalam perkembangan anaknya. Bila dilingkungan pondok, pengasuh Pondok Pesantren agar memantau santri dan santriwatinya. Sehingga apa yang dikhawatirkan selama ini tidak terjadi pada generasi muda.

“Peran aktif semua pihak sangat diperlukan, oleh sebab itu butuh dukungan dari semua kalangan,” ujar Aiptu Dedy H.

Sementara itu, Dr. Hernowo Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro membenarkan adanya peningkatan ibu melahirkan diluar nikah. Dirinya juga berharap, peran aktif Kepolisian mampu mengurangi tren melahirkan diluar nikah.

“Memang Tahun 2015 mengalami penurunan, namun pada tahun 2016 meningkat signifikan. Hal itu masih menjadi pertanyaan bagi kami,” ucap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro Hernowo.

Hernowo menambahkan risiko lain dari hubungan seks di luar pernikahan adalah terkena penyakit kelamin seperti syphilis, HIV Aids, dan kehamilan di luar pernikahan. Secara fisik tindakan aborsi memberikan dampak jangka pendek secara langsung berupa perdarahan, infeksi pasca aborsi, sepsis dan yang paling mengerikan adalah terjadinya kematian terhadap wanita yang melakukan aborsi.

Dengan sosialisasi lebih dini terhadap remaja yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, diharapkan mampu mengurangi angka ibu hamil diluar nikah. Khususnya di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Penulis     :Dedy

Editor       :Umi Fadhilah

Publish     :M.Sholeh

Admin Polri56607 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password