Bangga Punya Polisi Indonesia

WhatsApp Image 2017-01-31 at 11.56.26

tribratanews.polri.go.id – Polda Kepri, Apa yang terlintas Dibenak kita jika mendengar kata Polisi? seseorang yang memakai seragam coklat keabuan, memakai helm yang sedang mengatur lalu lintas, seseorang dengan sepucuk pistol sedang mengejar penjahat, atau sekelompok pria dengan pakai helm, rompi anti peluru dan tameng fiber sedang mengamankan demonstrasi.

Jika semua orang sibuk mencari kesalahan yang dilakukan oknum Kepolisian, bagaimana mungkin mereka juga tidak dapat melihat sedikit kisah mereka yang membuat kita harusnya bangga memiliki mereka sebagai aparat Negara yang melindungi, mengayomi dan menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakatnya. Berikut tentang beberapa kisah dari Polisi Indonesia.

  1. Aiptu Ruslan, Bekerja Sambilan Sebagai Tukang Sol Sepatu Aiptu Ruslan yang sehari-harinya bekerja di Polsek Pidie di Aceh, ternyata punya pekerjaan sambilan yang sangat unik. Percaya atau tidak, beliau menjadi tukang sol sepatu ketika jam dinas nya usai. Aiptu Ruslan menempati salah satu sudut pasar di dekat tempat tinggalnya. Di sana ia bergulat dengan sepatu-sepatu pelanggannya yang butuh reparasi. Aiptu Ruslan juga mengungkapkan, mencari rezeki itu yang penting halal, jadi apapun dikerjakan olehnya.
  2. Aiptu Jaelani, Polisi yang Jadi Guru Honorer Gratis Polisi satu ini memang panta suntuk diberi penghargaan pahlawan tanpa tanda jasa plus pengayom masyarakat. Alasannya, Aiptu Jaelani menjalankan profesinya sebagai polisi dan juga menjadi seorang guru. Ya, guru, lebih tepatnya guru honorer. Aiptu Jaelani benar-benar sangat serius dengan pekerjaan ini. Bukan demi tambahan gaji, ia hanya ingin anak-anak yang ada di sekolah yang dibangunnya secara swadaya bersama masyarakat setempat itu bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Aiptu Jaelani menjalani ini di sela-sela waktunya berdinas. Satu atau dua jam sehari. Bahkan ia bisa full time ketika sedang libur. Satu hal lagi, sang Aiptu tidak menerima gaji apa pun dari kegiatan ini. Ia murni melakukan ini demi anak-anak dan dunia pendidikan.
  3. Brigadir Wawan Jadi Tukang Bakso Demi Anak Jadi tukang bakso sebenarnya bukan yang diinginkan Brigadir Wawan. Namun, jika ia tidak melakukan ini, ia takut nasib sang anak tidak akan lebih baik. Ya, sang brigadier membutuhkan banyak uang untuk biaya pengobatan buah hatinya. Profesi ini dijalaninya sudah beberapa lama dan hasilnya cukup lumayan meskipun ia kerap mendengarkan selentingan yang tidak menyenangkan. Brigadir Wawan menjalani profesi keduanya ini ketika ia usai berdinas di kepolisian, biasanya di sore hari.

Ini adalah beberapa polisi yang sangat menginspirasi, tentunya jangan salah kaprah dalam menafsir, tidak semua polisi kita anggap selalu salah, paling tidaknya dari 3 polisi diatas kita masih bisa melihat kejujuran dan jauh dari kata pungli. Ketidak jujuran yang selama ini jadi stigma masyarakat tentunya juga tidak terjadi mereka.Sesungguhnya masih banyak polisi – polisi lain yang berjuang demi masyarakat, dan tentunya menjadi ispirasi untuk kita.

penulis : Andi S

Editor : Umi Fadilah

Publish : Andi S

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password