Polisi Amankan Aksi Deklarasi Tolak Radikalisme Keluarga Besar Universitas Udayana Bali

Tribratanews.polri.go.id – Polda Bali , Ratusan Polisi mengamankan jalannya Aksi Deklarasi Damai Keluarga Besar Universitas Udayana bertempat di depan Kampus Kedokteran dan Pasca Sarjana Universitas Udayana Jln. PB. Sudirman Denpasar, Selasa (9/5). Aksi damai ini bertujuan untuk menolak radikalisme, mempererat nilai kesatuan kebhinekaan Bangsa Indonesia dalam tatanan Negara Demokrasi dan memperkuat implementasi dari nilai-nilai pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta kembali menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati.

Dalam aksi tersebut, kurang lebih 2000 orang dari BEM PM, Mahasiswa Universitas Udayana, Dosen dan pegawai Staf Udayana yang dikoordinatori oleh Gede Agung Indrayuda Humas Bem PM Universitas Udayana, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Udayana. Aksi teatrikal juga ditampilkan oleh BEM PM Udayana dan Monolog oleh Fakultas Hukum Udayana. Setelah itu, dilanjutkan dengan Deklarasi Damai yang diiringi dengan nyanyian lagu mahasiswa dan lagu kebangsaan.

Aksi dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap Deklarasi Damai “Kita Indonesia” Keluarga Besar Universitas Udayana. Pernyataan sikap yang disampaikan diantaranya, Keluarga Besar Universitas Udayana menolak berbagai organisasi dan gerakan-gerakan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinnekaan seperti gerakan radikal, intoleran, dan terorisme berkembang di Bali. Selain itu, Keluarga Besar Universitas Udayana juga Bertekad menjadikan serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Undang- undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negera Kesatuan Republik Indonesia sebagai pedoman kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.

Selanjutnya, Keluarga Besar Universitas Udayana juga akan berjuang mengembangkan nilai-nilai ajaran keagaman yang moderat, toleran, menghargai kemajemukan realitas budaya dan bangsa dan mendukung pemerintah dalam upaya membubarkan organisasi, pergerakan serta paham-paham radikalisme yang secara nyata bertentangan dengan Empat Konsensus Nasional yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Beberapa alat peraga digunakan peserta aksi damai tersebut diantaranya, 50 Bendera Merah Putih ukuran besar, spanduk besar yang bertuliskan Kita Indonesia Dari Kita Udayana Untuk Indonesia. Peserta juga menggunakan spanduk bertuliskan NKRI harga mati dan spanduk NKRI bukan milik suatu golongan, bukan milik suatu agama, bukan milik suatu suku, bukan milik suatu golongan adat istiadat tetapi milik seluruh masyarakat indonesia dari sabang sampai merauke dan spanduk bertuliskan bergerak satukan tekad menuju persatuan dengan menjunjung tinggi nilai sumpah pemuda.

Aksi damai yang berakhir sekitar pukul 17.00 wita ini dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar. Selanjutnya personel pengamanan melaksanakan apel konsolidasi di Halaman Kantor TBL Jln. PB Sudirman Denpasar, sebagai analisa dan evaluasi pelaksanaan pengamanan yang sudah dilaksanakan.

Penulis : Arya

Editor   : Umi Fadilah

Publish : Adhitya Yoga

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password